Breaking News

Alumni STKIP Taman Siswa Konsisten Menjadi Aktor Perubahan

Wisudawan Terbaik Angkatan VIII STKIP Taman Siswa Bima. Foto Prem

Bima, Berita11.com— Sebanyak 560 lebih mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima dikukuhkan sebagai sarjana melalui prosesi wisuda angkatan VIII di audotorium Sudirman kampus setempat, Sabtu (19/9) pagi. Ada lima hal kebahagiaan yang dirasakan “masyarakat” kampus pada saat prosesi wisuda tersebut.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun H Sudirman, M.Si menyebutkan, wisuda angkatan VIII merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah kampus dihitung sejak tahun 2007 lalu. Peserta yang diwisuda akan menambah daftar jaringan ratusan alumni yang sudah tersebar pada sejumlah provinsi. 60 persen alumnus STKIP Taman Siswa Bima diserap pada sejumlah lini pekerjaan. “Ini akan membangun jaringan untuk menjadi aktor-aktor perubahan pada sejumlah tempat. Kebahagian itu atas usaha mereka (peserta wisuda) sendiri dan didukung orangtua,” kata Ibnu.

Eksistensi STKIP Taman Siswa Bima sebagai kampus pertama di Kabupaten Bima meningkatkan akses masyarakat Bima, Dompu, Sumbawa bahkan dari provinsi lain di luar NTB terhadap pendidikan tinggi. Peningkatan angka partisipasi masyarakat mengenyam pendidikan tinggi menciptakan perputaran uang (capital flow) dalam daerah. “Yang kedua, tentu secara sosial setelah  menjadi sarjana akan terangkat status sosialnya dalam masyarakat,” ujar Ibnu.

Dikatakannya, saat ini kampus setempat memasuki masa transisi dari masa kepemimpinan Drs H Sudirman, MSi. Transisi menjadi momentum tata kelola baru, upaya pembenahan dan peningkatan mutu, sedangkan tahun 2017 mendatang STKIP Taman Siswa akan mengembangkan sejumlah target yang sudah tersusun dalam rencana strategis (Renstra) kampus setempat. Salahsatunya, pembukaan program studi strata dua (S2). “2015 ini tahun pembenahan dan peningkatan mutu,” katanya.

Untuk mendukung sejumlah rancana itu, STKIP Taman Siswa sudah membuka gedung rintisan di Kota Bima. Saat ini kampus sedang fokus menyiapkan perbaikan akreditasi dengan target akreditasi B. Sejak tahun 2007 tenaga dosen yang berlatar pendidikan S2 hanya 10-20 persen, namun kini meningkat dan mencapai 89 persen. Bahkan dosen yang sudah menyelesaikan program pasca sarjana merupakan alumnus kampus setempat.

“Mereka siap untuk meningkatkan mutu, karena dalam renstra Dikti itu, bahwa sekarang saatnya peningkatan mutu. Mudah-mudahan atas dukungan itu bisa berkembang. Kita ingin berlari mengejar (progres) berbagai hal itu untuk kepentingan kualitas input, proses, dan outcome,” katanya.

Selain kerabat peserta wisuda, prosesi tersebut dihadiri Sekretaris Kopertis wilayah VIII, Slamet Soleh, M.Sc, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), pimpinan bank, dan pimpinan sejumlah kampus.

Dalam sambutannya saat rapat senat terbuka, Slamet Soleh, mengingatkan wisudawan dan wisudawati agar tidak terlena. Namun tetap bekerja dan memberikan karya terbaik di mana pun berada.

Menurutnya, sarjana hasil memiliki skil atau kompetensi. Apalagi dalam waktu tak lama lagi negara-negara di Asia Tenggara akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Setiap sarjana memiliki tiga tanggungjawab yaitu terhadap diri sendiri, orangtua, dan masyarakat. “Di antara itu membawa perubahan bagi pembangunan,” katanya.


Reporter: Fachrunnas/Abdul Hamid/ (Advetorial)

Baca Juga :

No comments