Breaking News

Petani Desa Kanca Tuntut Kejelasan Program Pencetakan Sawah

Sebagin Massa Menunggu Audiensi Petani dengan Pejabat Dispertapa Kabupaten Bima. Foto Hamid

Bima, Berita11.com— Puluhan petani asal Desa Kanca Kecamatan Parado Kabupaten Bima berdemo di depan kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertapa) Kabupaten Bima, jalan Soekrno-Hatta. Mereka menuntut Satuan Kerja Perangkat Daerah setempat memasukan Desa Kanca sebagai salahsatu sasaran program pencetakan 1000 hektar sawah baru.

Massa datang menggunakan dua mobil truk dan satu mobil bak terbuka. Tak lama, setelah belasan menit berorasi di depan pagar kantor, massa berupaya merangsek masuk halaman Dispertapa sehingga memantik ketegangan dengan aparat Kepolisian yang dari awal bersiaga di dinas setempat. Massa kemudian membakar keranda mayat sebagai simbol matinya keadilan perhatian pemerintah.

Koordinator massa, Fikurahman, mengaku, aksi mereka lakukan untuk menuntut kejelasan program pencetakan sawah baru. Masalahnya, sudah tigakali Desa Kanca ditunjuk sebagai sasaran program itu, namun tak kunjung dilaksanakan. “Mengapa dialihkan ke desa lain, sementara petani di desa kami sudah siap melaksanakan program itu,” katanya.

Menurutnya, bila dibandingkan wilayah lain, Desa Kanca merupakan wilayah pertanian yang subur sehingga sangat cocok mendapatkan program cetak sawah baru. Hanya saja, selama ini petani kesulitan membuka lahan baru karena berdekatan dengan hutan tutupan negara. “Dengan program pencetakan sawah baru ini petani bisa memanfaatkan lahan yang kosong tanpa harus merusak hutan,” katanya.

Setelah satu jam lebih berorasi, perwakilan massa kemudian diterima beraudiensi dengan pejabat Dispertapa dengan dikawal aparat Kepolisian.

Usai audiensi, Sekretaris Dispertapa, Ir H Sumarno, memastikan dinas setempat akan menindaklanjuti tuntutan petani Desa Kanca. Tahap awal dinas akan melaksanakan survei dan pengecekan ulang sasaran program cetak sawah baru 1000 hektar. “Tahap awal kami akan melakukan penajaman lokasi,” katanya.

Dijelaskannya, awalnya Desa Kanca masuk sasaran program cetak sawah baru dengan luas 33 hektar. Program itu akan dilaksanakan dua kelompok dengan usulan anggaran sebesar Rp17, juta. Namun dialihkan ke wilayah lain karena sesui hasil pengecekan dan survei dinilai tidak layak. 

“Kami juga tidak ingin berbenturan dengan aturan. karena kalau gagal kami juga yang repot. Setelah adanya pertemuan ini kami akan lakukan pengecekan kembali,” ujarnya.


Reporter: Abdul Hamid/Prem  

Baca Juga :

No comments