Breaking News

Hati-Hati Produk Makanan Kedaluarsa masih Beredar di Kota Bima

Produk Makanan Kedaluarsa yang Dijual Salahsatu Swalayan di Kota Bima. Foto FS

Kota Bima, Berita11.com— Sejumlah toko dan swalayan di Kota Bima masih menjual bebas produk makanan dan minuman yang sudah memasuki batas waktu konsumsi (kedaluarsa). Hal itu juga diakui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima.

Warga Kota Bima, Alfian mengaku rugi puluhan ribu rupiah, karena sejumlah produk makanan yang dibeli di salahsatu swalayan di Kota Bima ternyata produk kedaluarsa. Setelah dicek, makanan yang dibeli ternyata sudah melewati batas waktu konsumsi. “Kami tahu setelah sampai rumah, setelah dicek ternyata sudah lewat batas waktu. Pas makan kancang rasanya sudah beda, tekturnya sudah beda dan sudah bau,” katanya kepada Berita11.com di Jatiwangi, Kamis (8/10).
                       
Dia mengatakan, sejumlah produk makanan yang dibeli berupa roti tawar, kacang dan lotion anti nyamuk. Rata-rata produk makanan dan  lotion yang dibeli sudah kedaluarsa. “Kami sesalkan mengapa masih dijual produk makanan yang sudah kedaluarsa. Kalo begini kami konsumen yang rugi,” sesalnya.

Diisyaratkannya, masalah tersebut akan dilaporkan kepada Diskoperindag Kota Bima. Barang bukti berupa produk makanan kedaluarsa bersama struk pembelian akan diserahkan kepada SKPD itu. “Harapan kita dinas terkait tidak berhenti melakukan razia karena saat pengawasan longgar. Maka produk kedaluarsa akan menjamur di rak-rak dan etalase toko,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, Ratnanigsih SE mengisyaratkan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Diakuinya, selama ini produk makanan dan minuman kedaluarsa marak beredar di sejumlah toko dan swalayan di Kota Bima. Hanya saja, kadang diminimalisasi dinas setempat melalui razia bersama tim gabungan. “Memang susah kalau soal barang kedaluarsa. Ini akan kita tindaklanjuti,” katanya saat dihubungi melalui Ponsel, Kamis siang.

Menurutnya, Diskoperindag tak selamanya melaksanakan razia secara intens. Namun perlu kesadaran para pemilik toko dan swalayan untuk mengecek barang jualan. Untuk mengetahui peredaran barang kedaluarsa, Diskoperindag selalu menunggu informasi dari masyarakat Kota Bima.



Reporter: Fachrunnas/Prem

Baca Juga :

No comments