Breaking News

Kepala Sekolah Pernah Diuber Wali Murid, Sembilan Tahun Jalan Kaki Puluhan Kilo

Mengabdi Tanpa Kenal Tempat, Suparman H Abdul Hamid Bangga Menjadi Pendidik. Foto FS

Setiap pekerjaan memiliki tantangan tersendiri. Tak hanya suka saat menerima honor, namun di balik itu tak sedikit duka yang tersemat. itu termasuk pada profesi sebagai pendidik atau guru. Hal itu setidaknya juga pernah dirasakan Suparman H Abdul Hamid, S.Pd.

Bapak enam anak kelahiran Bima 3 Maret 1959 silam ini pernah merasakan getirnya menjadi pendidik. Terutama saat menjadi pengajar di lokasi terpencil. Setelah tamat Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tahun 1979, Suparman langsung bertugas sebagai guru di SDN Inpres Paruga, mulai tahun 1979 hingga tahun 1984.

Setelah itu, Suparman dipindahtugaskan di SDN Kolo Kecamatan Asakota. Dulu, tak ada alat transportasi seramai sekarang. Jalan raya pun tak ada, hanya jalan setapak. Selama sembilan tahun bertugas di daerah terpencil, setiap hari Suparman jalan kaki pulang-pergi puluhan kilometer dari Kelurahan Paruga hingga Kolo.

Saat bertugas di dareah terpencil itu, ayah yang memiliki dua anak berprofesi sebagai aparat Kepolisian ini pernah merasakan sejumlah tantangan. Yang selalu terngiang yaitu pernah diuber oleh orangtua siswa lantaran menerapkan pendidikan disiplin tinggi. “Padahal niat saya waktu itu hanya ingin mengubah ke arah positif. Membawa anak-anak agar lebih baik disiplinnya. Tapi saya pernah dikejar oleh orangtua siswa, mungkin itulah tantangan menjadi guru, mengubah orang seperti itu,” katanya kepada Berita11.com di SDN 2, Jumat (16/10).

Setelah bertugas di SDN Inpres Kolo, Suparman pindah ke SDN Songgela dan bertugas hingga tahun 2000.  Setelah itu dipindahkan ke SDN 55 Kota Bima. Pada tahun 2011 lalu, alumnus STKIP Bima tahun 1996 ini kemudian dipindahkan ke SDN 29 Kota Bima.

Tahun 2013, Suparman mendapat kepercayaan dari Wali Kota Bima diangkat sebagai Kepala SDN 28 Kota Bima. Tak lama kemudian, 8 Agustus 2014 diangkat sebagai Kepala SDN 2 Kota Bima. Satuan pendidikan yang menjadi favorit masyarakat Bima.

Walaupun belum pernah mendapat penghargaan setia lencana bidang pendidikan dari Presiden RI, Suparman bangga menjadi guru. karena menurutnya merupakan profesi mulia melahirkan generasi cerdas dan bermental maju. Beberapa muridnya sudah banyak yang sukses menjadi dokter dan pejabat pada sejumlah SKPD di Kota Bima dan luar daerah.

“Saya tinggal beberapa  tahun lagi. Tahun 2018 saya masuk pensiun. Tapi alhamdulillah sudah  banyak murid yang sukses. Dalam keluarga, rata-rata anak saya sudah kerja. Bahkan ada yang jadi guru lanjutkan profesi saya,” katanya. (Nas)



Baca Juga :

No comments