Breaking News

Konflik Pra dan Pasca Pilkada harus Diantisipasi Secara Dini

Ilustrasi, Rusuh Masyarakat di Bima. Foto Ist

Bima, Berita11.com— Pengamat Politik dari Center for Election and Politcal Party (CEPP) Universitas Indonesia (UI) link, Dr Ibnu Khaldun, M.Si mengingatkan penyelenggara Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bima tidak lalai dalam melaksanakan aturan main. Salahsatu yang mesti diantisipasi penyelenggara yaitu potensi konflik  yang bisa meningkat menjelang dan pasca pelaksanaan Pilkada.

Menurut Ibnu, KPU dan Panwas harus sejak dini menyiapkan terobosan untuk mengantisipasi potensi konflik yang bisa terjadi pra dan pasca Pilkada. Pelaksanaan Pilkada harus menjadi agenda bersama penyelenggara, pemerintah, aparat keamanan dan kontestan. “Kalau tidak melibatkan, merumuskann langkah-langkah yang kongkrit maka akan menjadi hal itu (konflik),” katanya kepada Berita11.com di kampus STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (17/10).

Menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang, KPU dan Panwas harus mengintisipasi potensi politik transaksional. Karena selain menciderai Pilkada, potensi itu bisa menimbulkan konflik pasca pemungutan suara.

“Jadi ini belum menjadi agenda bersama. Bahwa KPU, Panwas, pemerintah dan pihak Kepolisian sudah harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Bagaimana penanganan konflik pada saat menjelang dan pasca pemilihan,” katanya.

Reporter: Fachrunnas

No comments