Breaking News

Belum Selesai, Cetak Sawah Baru di Bima Bermasalah

Surat Rekomendasi Dari Kades Lewintana yang Kantungi Said. Foto Toni
 
Bima, Berita11.com— Proyek cetak sawah baru sebanyak 5000 hektar lebih belum rampung, namun pelaksanaanya di sejumlah wilayah menghadapi masalah. Termasuk soal rebutan jatah. Contohnya di Desa Lewintana Kecamatan Soromandi dua kontraktor saling klaim sebagai pelaksana.

Pelaksana cetak sawah baru atas nama Said, sub kontraktor dari salah satu CV di Kota Bima menglaim sebagai pelaksana yang legal karena sudah mengantungi restu dari UPTD Pertanian Kecamatan Soromandi dan surat rekomendasi dari Kepala Desa Lewintana.

“Saya adalah pelaksana pertama. Saya sudah ada rekomendasi dari kepala desa. Tapi Babinsa yang ngotot masuk alat lain. Yang pertama masuk adalah saya. Awalnya orang pertanian ambil rekomendasi dari desa,” katanya saat menemui redaksi Berita11.com, Sabtu (16/4/2016) lalu.





Said mengaku dizolimi karena sudah melalui jalur yang legal yakni restu dari Pemerintah Desa dan UPTD Pertanian. Akibat persoalan itu, muncul dua pelaksana di lapangan yang sama-sama menggarap di satu desa sehingga membuat bingung masyarakat.

“Ada dua pelaksana sama-sama menggarap cetak sawah baru, yang lain itu atas nama Mas’ud. Yang satu mulai dari bawah sedangkan satu yang lain mulai dari atas. Sempat terjadi ketegangan kemarin, ini membuat kami tidak nyaman,” kata Said.

Sementara itu Kodim 1608 Bima, Letkol Edi Nugraha, S.Sos, membantah jika ada chaos atau masalah di Lewintana terkait program cetak sawah baru. Berdasarkan penelusurannya, persoalan yang muncul hanya pertentangan Kepala Desa Lewintana degann Babinsa di desa itu karena kepala desa belum memahami prosedur.

Berdasarkan hasil pengecekannya di lapangan, bahwa Said tidak terdaftar di Posco Pencetakan Sawah Baru sebagai kontraktor. Namun atas inisiatif  kepala desa dan BPD Lewintana didatangkan kontraktor atas nama Rangga dan anggotanya di lapangan atas nama Said.

“Babinsa yang tahu prosedur bahwa penunjukkan kontraktor itu atas perintah posko, maka kontraktor yang dimasukan adalah atas nama Masud dan menolak atas nama Said,” jelas Edi Nugraha kepada Berita11.com melalui layanan pesan WhatshApp.

Dijelaskannya,  dari kebijakan Posko Pencetakan Sawah Baru, Said diberikan garapan 1 pok dan maksud 5 pok. “Jadi tidak ada chaos, hanya Kades yang belum tahu prosedur saja sehingga bertentangan dengan Babinsa,” katanya.

Pada bagian terpisah Babinsa Desa Lewintana, Abdullah, menjelaskan, jika pelaksanaan cetak sawah baru di Lewintana merujuk kebijakan Posko Pencetakan Sawah Baru. “Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi langsung di posko,” katanya saat dihubungi Berita11.com (Beritabima.com group), Senin (18/4/2016).


Perwira tinggi di Posko Pencetakan Sawah Baru di Kabupaten Bima yang hendak dikonfirmasi posko setempat tidak berada di tempat. Petugas setempat menginformasikan jika penangggungjawab posko sedang berada di luar daerah.  (US/OR/ID)

No comments