Breaking News

Ijin Pengecer BBM Bersubsidi Rentan Dimanfaatkan Industri

Ilustrasi/ Orginal Picture Kulitinta

Bima, Berita11.com—  Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Bima mengakui jika ijin pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi rentan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Sebelumnya, SKPD setempat sudah menemukan beberapa mafia yang menyalahgunakan ijin tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Bima, Drs Alimuddin mengatakan, dinas setempat akan bersikap tegas terhadap pengecer nakal.  Diskop UMKM sudah menetapkan standar dan prosedur sebelum penerbitan ijin, di antaranya tahapan survei.

“Sebelumnya ada kita temukan penggunaan ijin ini ternyata hendak digunakan untuk industri. Padahal BBM bersubsidi tidak bisa digunakan untuk industri, bahkan kasus sebelumnya ditahan polisi di jalan saat diangkut,” katanya kepada Berita11.com di Diskop UMKM, Rabu (20/4/2016).

Ia menjelaskan, ijin pengecer BBM seperti pertamini dan jenis lain berlaku selama tiga bulan. Selain itu pengecer harus mengurus ijin angkut di Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben). “Beberapa orang yang bermasalah dengan pihak Kepolisian karena ijinnya sudah tidak berlaku. Kalau seuai ketentuan itu harus diangkut pakai mobil di situ jelas diatur,” katanya.

Menurut Alimuddin, jika pun dikemudian hari ditemukan pengecer nakal yang bermain dengan pihak industri menjual BBM jenis solar bersubsidi, itu merupakan tanggungjawab pengecer. Karena dalam ketentuan terkait sudah jelas. 

Untuk diketahui saat ini sejumlah industri mulai beroperasi di wilayah Kabupaten Bima mulai dari yang skala kecil dan menengah. (US/TN)

No comments