Breaking News

KPBI Serukan Penguatan Serikat dan Penegakan Hukum

Ilustrasi Kecelakaan Kerja.

Jakarta, Berita11.com— Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencatat rata-rata 1 buruh meregang nyawa setiap 6 jam. Tahun lalu, terjadi 2.375 dari total 105. 182 kecelakaan kerja yang berakibat hilangnya penggerak roda perekonomian tersebut. Padahal, data ini belum mencakup pekerja informal dan pekerja formal yang tidak tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan.

“Buruh pergi bekerja untuk menjual tenaga demi penghidupan. Kami tidak mengantar nyawa,” ujar Khamid Istakhori, salah satu pimpinan kolektif KPBI melalui siara pers, Kamis (28/4/2016).

Khamid menegaskan, KPBI melihat peningkatan angka kecelakaan kerja sebagai tren yang harus diturunkan. Kementrian Ketenagakerjaan mencatat kenaikan kecelakaan kerja meningkat hinga 5 persen setiap tahunnya.
Sebagian besar laju peningkatan itu berasal dari angka kecelakaan kerja berat.

Lebih jauh dia menjelaskan, sektor konstruksi dan manufaktur masih merupakan penyumbang terbesar kecelakaan kerja di Indonesia. Dua sektor industri tersebut menyumbang 31, 9 persen dan 31, 6 persen dari total kecelakaan kerja di Indonesia. Angka ini disusul dengan angka 9,3 persen dari sektor Transportasi.

KPBI juga menilai ada potensi besar kematian akibat kerja yang dihasilkan dari masih digunakannya bahan Asbestos di Indonesia. Padahal asbestos sendiri sudah dilarang oleh sebagian negara di dunia karena terbukti menjadi penyebab kanker.

“Korea Selatan, pada tahun 2009 dan Singapura pada tahun 1989 sudah melarang total asbes. Tempat kerja bukan Kuburan,” tegas Khamid Istakhori. (TN)

No comments