Breaking News

Pemerintah Diminta Menunjukkan Aksi Nyata Menyelamatkan Terumbu Karang

Kegiatan Seminar Membahas Terumbu Karang dan Pembangunan Berkelanjutan di Kota Bima


Kota Bima, Berita11.com— Komunitas Pramuka Peduli meminta pemerintah daerah menunjukkan aksi nyata dalam menangani terumbu karang yang rusak. Hal itu mengingat aksi pencurian dan pemboman ikan masih marak terjadi di Bima.

Koordinator Pramuka Peduli, Arif Rachman meminta pemerintah tak semata hanya melakukan kegiatan seremonial belaka seminar yang membahas terumbu kaarang tanpa ada aksi nyata.

Menurutnya, pemerintah harus mampu menyelamatkan seluruh potensi kekayaan laut. Hal itu penting guna menjamin kelestarian dan keanekaragaman hayati untuk generasi saat ini dan pada masa mendatang.

Baca Juga:



“Apalagi,  terumbu karang secara ekologis menjadi penunjang kehidupan biota laut lainnya, keanekaragaman hayati, dan pelindung pantai," Arief saat seminar nasional yang bertajuk Strategi Pengembangan Kawasan Terumbu Karang dalam kerangka Pembangunan Berkelanjutan di Kota Bima, di Convention Hall Paruga Nae, Selasa (26/4/2016).

Saat seminar, Kepala Unit Stasiun Penelitian Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Gajah Mada, Dr Syafyudin Yusuf ST.,M.Si, menjelaskan, secara umum penyebab kerusakan terumbu karang antara lain karena penggunaan bahan peledak, dan bahan cyanida untuk membius ikan.  Selain itu, kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan masih sangat kurang misalnya membuang jangkar di atas terumbu karang sehingga menyebabkan koloni karang hancur.

untuk itu, pemerintah perlu membuat rencana yang matang untuk menyusun strategi pengembangan kawasan terumbu karang.


“Nah, paling penting agar perlu hati- hati untuk tidak semena-mena membuka lahan pemukiman atau fasilitas, karena lahan tersebut memberi sumbangan sedimen yang sangat kuat ke ekosistem terumbu karang sehingga akan mengancam serisu kehidupan dalam ekosistem terumbu karang," jelas Syafyudin Yusuf. (US/TN)

No comments