Breaking News

Tergiur Undian Palsu, Warga Ambalawi Rugi 10 Juta Lebih

Ilustrasi Penimpuan Melalui SMS. Foto Ist
Kota Bima, Berita11.com— Kejahatan berkedok udian melalui sambungan telepon selular (Ponsel) masih marak terjadi. Warga yang minim pengalaman tentang penipuan tersebut menjadi sasaran empuk seperti yang dialami Megawati (21), mahasiswi asal Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima.
Beberapa hari lalu, Megawati menerima telepon yang menggiurkan dari nomor Ponsel 081377776359 dengan modus mengaku dari sebuah perusahaan operator kenamaan di Indonesia. Korban diinformasikan memenangkan undian sebesar Rp10 juta.
Kemudian korban mendapatkan kode verifikasi dari pelaku penipuan dan memberikan beberapa syarat dan korban harus dipandu serta diarahkan menuju ATM dengan membawa buku rekening tabungan,” kata Kabag Ops Polres Bima Kota, Kompol H Nurdin yang saat ini bertindak sebagai Humas Polres Bima Kota, Sabtu (23/4/2016).
Setelah Megawati tiba di ATM, pelaku pelaku menanyakan berapa jumlah uang yang ada di buku rekening korban. Pelaku yang masih misterius itu kemudian memandu korban agar memencet angka di ATM. Hal itu diikuti korban hingga mengeluarkan slip tanda pengriman.
Tidak sampai di situ, jelas Nurdin, pelaku menyuruh untuk memsukan ATM kedua yang merupakan milik teman korban. Pelaku pun kemudian kembali menanyakan berapa jumlah uang di dalam kartu ATM tersebut dan  memandu korban hingga uang terkirim ke rekening pelaku.
“Korban baru sadar setelah pelaku menyuruh memasukan ATM yang ketiga.  ATM milik teman korban dan melihat slip ternyata uang sudah terkirim ke rekening elaku. Tetapi pelaku tetap memaksa untuk melakukan teransaksi yang ketiga,” ujar Nurdin.
Setelah itu korban berupya menanyakan kembali uang hadiah  seperti dijanjikan saat percakapan awal. Namun saat itu pelaku justru menyuruh korban agar menyobek slip transfer menjadi delapan bagian. Penelpon misterius itu mengacam bila korban tidak memasukan kartu ATK ke tiga maka hadian Rp10 juta yang dijanjikan akan hangus.
 “Korban tidak merespon lagi karena uang sudah terkirim ke rekening penelpon,” jelas Nurdin.
Mantan Kapolsek Rasanae Barat ini menyebutkan pemilik rekening digunakan korban yaitu SH, warga Dusun Nipa II Kecamatan Ambalawi. Jumlah uang yang terkirim dari rekening tersebut sebesar Rp7.891.234, sedangkan pemilik rekening kedua yakni AS warga Dusun Nipa Ambalawi. Uang yang terkirim dari rekening warga tersebut sebesar Rp2.933.221.
“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sepuluh juta delapan ratus dua puluh empat ribu empat ratus lima puluh lima rupiah,” kata Nurdin.
Sebelum melakukan transaksi di ATM, korban menerima sejumlah SMS dari nomor pelaku yang memerintahkan mendonwload aplikasi e-cash dan menekan kombinasi kode angka. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirim SMS yang berisi korban telah memperoleh transfer pulsa sebesar Rp50 ribu. Kejadian ini dilaporkan ke Mapolsek Ambalawi sejak Jumat (22//4/2016). (US/TN)

No comments