Breaking News

Ini Jawaban Kades Kananga Terkait Pernyataan LMPI

Ilustrasi Dana Desa

Bima, Berita11.com— Kepala Desa Kanangan Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Muhammad Nur Ahmad tidak membantah menyeret turun Korlap massa yang menggelar demo di kantor desa setempat, Kamis (19/5/2016) siang menuntut transparansi penggunaan Alokasi Dana Desaa (ADD) di Desa Kananga.

Nur beralibi menyeret Korlap aksi dan menghentikan demo karena pernyataan massa tidak sesuai kenyataan. Bahkan dengan menggunakan pengeras suara, Korlap massa mengumumkan bahwa ia sudah meninggal.

“Saya memang tarik kerah bajunya karena setelah disuruh turun nggak turun-turun. Cara mereka itu tidak sopan. Masa dibilang kepala desa sudah meninggal sampai orang kampung keluar,” katanya melalui sambungan Ponsel, Kamis petang.

Muhammad Nur mengaku selama ini sudah menerapkan pengelolaan ADD secara transparan. Itu dilihat dari perancangan program dan anggaran ketika musyawarah dusun (Musdus) dan musyawarah desa (Musdes). Selain itu, setiap kegiatan sosial seperti acara pernikahan sering disisipkan sosialisasi tentang program dan gambaran umum tentang anggaran desa.

“Jadi tidak benar kalau tidak transparan. Saya menolak mereka demo karena menurut saya forum atau kelompok mahasiswa itu tidak jelas. Stempel dan tangga surat juga tidak jelas. Mereka sebut ADD Kananga satu miliar padahal cuma 600 juta, selebihnya itu kan belanja aparatur,” katanya.

Menurutnya, soal dokumen realisasi atau pertanggungjawaban penggunaan anggaran desa tidak perlu dibuka kepada masyarakat atau mahasiswa. Karena secara rutin dilaporkan dan diaudit oleh Inspektorat. 

“Kita tetap diperiksa oleh Inspektorat. Kalau soal keterbukaan, itu saya sampaikan saat acara masyarakat seperti acara nikah. Saya memang tidak respon mahasiswa itu karena mereka SMS yang aneh-aneh minta sapi. Padahal nggak ada sapi,” katanya.  (US)


No comments