Breaking News

Pencairan Tahap I, Pemdes Lewintana Prioritaskan Lima Program Fisik

Kepala Desa Lewintana, Ibrahim. Foto Hamid Berita11.com

Bima, Berita11.com—  Pemerintah Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima semakin menggenjot pembangunan infrastruktur desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2016. Total APBDes setempat periode ini sebesar Rp1,1 miliar. Lima dari delapan proyek fisik akan diprioritaskan dalam pencairan anggaran tahap pertama.

“Program fisik ada rabatnisai gang, saluran drainase, pembangunan polindes, tanggul penahan banjir. Termasuk jembatan penghubung desa menuju kandang ternak. Itu dikerjakan anggaran tahap awal. Totalnya ada delapan item untuk APBDes tahun ini,” ujar Kepala Desa Lewintana, Ibrahim kepada Berita11.com, Senin (30/05/2016).

Ibrahim menjelaskan, item proyek  tersebut merupakan hasil dari penjaringan aspirasi masyarakat oleh tim penyusun bersama aparatur desa sesuai mekanisme yang berlaku. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur di desa sangat berdampak terhadap peningkatan standar dan kelangsungan hidup masyarakat.

“Program disusun tim sembilan dan aparat desa. Pertama Musdus kemudian Musrembangdes hingga menjadi RKPDes. Tentunya semua itu manfaatnya meningkatkan taraf hidup dan ekonomi warga,” katanya.

Untuk program pemberdayaan masyarakat, Ibrahim mengatakan urgensi pemahaman tentang Narkoba juga dirumuskan dalam dokumen Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes). Termasuk kegiatan agama, olahraga serta peningkatan kemampuan kelompok usaha dan aparatur desa.

“Pembinaan masyarakat ada sosialisasi tentang Narkoba, terutama pada generasi muda. Terus ada MTQ, kegiatan olahraga, peningkatan kepasitas masyarakat dan disiplin aparatur. Itu ada 13 sampai 14 kegiatan dalam RKPDes,” jelasnya.

Sementara untuk pendapatan asli desa (PADes) sektor budidaya dan perniagaan menjadi sumber penerimaan. Sayangnya, potensi tersebut saat ini belum didukung regulasi yang mengikat. "Target PADes Rp4 juta. Dari usaha ayam potong dan jual beli hewan ternak seperti sapi. Realisasinya kecil karena belum ada regulasi,” kata Ibrahim. (ID)

No comments