Breaking News

Tahun ini SMAN 1 Woha Perketat PSB



Bima, Berita11.com— Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Woha Kabupaten Bima akan memperketat seleksi penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2016-2017. Langkah ini ditempuh menyusul kabar miring terkait kejujuran hasil kelulusan SMP/Sederajat yang masih diragukan sejumlah pihak.

"Kemarin kita dengar gosip bahwa hasil UN kemarin tidak murni. Maka kita antisipasi dengan memperketat PSB tahun ini," kata Kepala SMAN 1 Woha, Drs. Mansyur kepada Berita11.com di SMAN 1 Woha, kemarin.

Mansyur menjelaskan tidak hanya Surat Keterangan Hasil UJian Nasional (SKHUN) yang menjadi persyaratan. Namun nilai rapor  dari sekolah juga akan digunakan sebagai acuan untuk mengukur rekam jejak (track record) kualitas siswa yang akan mendaftar.

"Kita berharap NEM tinggi tidak dimaknai SDM anak bagus. Jadi kita padukan SKHUN dengan nilai raport. Untuk SMPN 3 dan 1 Woha kami ambil peringkat 1 sampai 5 saja. Kalau SMP lain 1 dan 2," ujarnya.

Ia mengatakan kecenderungan  siswa meraba-raba dalam mengerjakan soal UN menjadi pertimbangan sekolah setempat. Menurutnya, metode spekulasi tersebut berimpilikasi terhadap hasil akhir yang diperoleh siswa. Sehingga perlu perpaduan nilai rapor dan SKHUN.

"Ketika ujian anak berspekulasi mengerjakan soal. Kadang yang berprestasi nilainya jelek. Sebaliknya yang bobrok dan kurang menjalani proses malah lebih bagus. Jadi dengan melihat nilai raport dan UN kami bisa lebih percaya," katanya.

Rencananya sekolah setempat telah menyiapkan 12 rombongan belajar (Rombel) bagi siswa baru dengan daya tampung maksimal 32 orang per kelas. Sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Pendidikan Pemuda dan Olahraga  (Dikpora) Kabupaten Bima pendaftaran dibuka secara serentak tangal 13 hingga 16 Juni 2016 mendatang.

Sementara untuk memberi kesempatan sekolah yang kekurangan siswa, sekolah setempat akan mengurangi satu hari pada tahapan seleksi. Tujuannya siswa yang tidak lolos bisa mendaftar masuk ke sekolah lain.

"Kami akan kurangi satu hari untuk seleksinya. Dari tanggal 20 jadi tanggal 19 Juni. Tujuannya memberikan kesempatan siswa  yang gagal  mendaftar pada sekolah lain," katanya.

Tidak hanya itu, untuk mempersempit ruang gerak praktik percaloan yang dinilai tidak sehat. Mansyur akan membahasnya dalam rapat lanjutan dalam waktu tak lama lagi. "Untuk meminimalisasi potensi titipan dan calo seperti tahun lalu kami akan membahasnya dalam rapat lanjutan," pungkasnya. (ID)



No comments