Breaking News

UPT Dispertapa Heran, Koptan Disuruh Setor Uang Rp4 Juta ke Rekening Bulog

Ilustrasi

Bima, Berita11.com— Kepala UPT Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertapa) Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Ridwan SP mengaku heran dengan kebijakan yang diterapkan petugas Bulog Bima. Setelah membayar enam ton bawang merah, kelompok tani (Koptan) diperintahkan menyetor uang Rp4 juta ke rekening Bulog Bima.

Ridwan mengungkapkan, hal tersebut sesuai laporan dari ketua Koptan bawang merah di Desa Risa, Lukman. Uang yang diperintahkan disetor tersebut salahsatunya untuk item pajak. 

“Setelah menyerahkan bawang merah sekitar enam ton dan diangkut menggunakan satu truk. Selanjutnya petugas Bulog menyuruh kelompok mentransfer uang empat juga,” kata Ridwan kepada Berita11.com/ Beritabima.com di UPT Dispertapa Woha, kemarin.

Ia mengisyaratkan akan segera menglarifikasi permasalahan tersebut ke Bulog Bima. Diakuinya,  pembelian bawang merah melalui Koptan oleh Bulog cukup membantu petani komoditas tersebut. “Jika itu potongan kenapa terlalu besar?” tanyanya.

Bagaimana tanggapan Bulog Bima? Kasi Pelayanan Publik Perum Bulog Sub Divisi Regional Bima, Lalu Irfan Andri Saputra, mengisyaratkan akan mengecek persoalan tersebut di lapangan.

Irfan menegaskan, selama ini Bulog tidak pernah membebankan petani bawang merah agar menyetor kembali uang kepada Bulog. Bawang merah dibeli dari Koptan dengan harga Rp20 per kilogram.

Harga tersebut kemungkinan turun dan kini masih dibahas oleh Perum Bulog Sub Divisi Regional Bima. Harga Rp20 ribu per kilogram merupakan hasil bersih yang diperoleh petani, sehingga tidak dikenakan pajak.

“Itu bersih 20 ribu per kilogram dan rencananya ada perubahan harga. Sekarang sedang mau kita bahas,” kata Irfan di kantor setempat, Rabu (25/5/2016).

Ia menjelaskan, pembelian bawang merah dari sejumlah Koptan dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mengintervensi meningtkatnya harga komoditi tersebut di Jakarta. Sebelumnya, pembelian bawang merah sudah diatur dalam petunjuk teknik (Juknis) dari Kementerian Pertanian. (ID/US)

No comments