Breaking News

UPT Dispertapa Woha Minta Petani tidak Pesimis

Saat Musim Kemarau Petani Menghadaip Masalah Pasokan Air. Ilustrasi/ Ist

Bima Berita11.com—  UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertapa) Woha Kabupaten Bima meminta petani tidak pesismis saat memasuki musim kemarau/ MK-1, terkait potensi rendahnya daya tumbuh tanaman kedelai.

"Kami kemarin turun lapangan. Ada laporan kalau daya tumbuh kedelai rendah. Itu kan perlu proses. Jadi mendengar si A tidak tumbuh mereka tidak mau tanam, itu salah!. Kami minta petani tanam saja agar program tetap jalan," kata Kepala UPT Disperta Woha, Ridwan SP kepada Berita11.com/ Beritabima.com di Woha, kemarin.

Ridwan menyebutkan, pada program MK-1 khususnya ekstensifikasi tanaman kedelai tahun 2016 seluas 225 hektar dengan estimasi bibit 50 kilogram per hektar sudah terealisasi, sedangkan untuk pengembangan areal tanam atau intensifikasi hanya untuk tanaman padi pada program musim hujan (MH). "Realisasinya sudah 100 persen lengkap dengan paket Saprodinya," katanya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, UPT setempat akan berkomunikasi dengan pihak penangkar agar menyediakan bibit cadangan. Ia juga mengharpkan peran PPL dan Babinsa setempat. Menurutnya, tugas mereka di lapangan sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program.

"Kami akan infokan ke penangkar supaya mengantisipasinya. Harusnya ini juga tugas PPL dan Babinsa agar memotivasi petani. Bukan menjadi beban UPT saja," ujarnya.

Sementara untuk tanaman jagung, hingga saat ini masih belum jelas. Lantaran pihak penangkar belum menerima surat penunjukan dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Bima.

“Kami sudah komunikasi. Katanya pihak penangkar belum berani karena belum ada keterangan tertulis," katanya (ID)

No comments