Breaking News

Warga Trans Tambora Terusik, Ternak Dicuri, Istri Diperkosa

Ilustrasi

Bima, Berita11.com— Kondisi keamanan pemukiman warga trans di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima terutama di Satuan Pemukiman (SP) 5 membutuhkan perhatian banyak pihak. Saat ini sejumlah warga trans terusik karena kasus pencurian ternak, pencurian perabot rumah tanggga, perkosaan dan perampokan.

Warga SP 5 Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, Hajaruddin mengungkapkan, kasus pencurian di pemukiman warga trans nyaris terjadi setiap hari. Bahkan semakin lama kian marak.
“Kemarin bahkan ada warga istrinya digerayangi saat dia ke sawah. Setiap hari terjadi pencurian. Ternak diambil bahkan seng rumah juga dicuri,” katanya kepada Berita11.com di BP4K Kabuapten Bima, Senin (9/5/2016).

Hajaruddin menduga, ada pihak tertentu yang sengaja mengusik warga trans agar merasa tidak nyaman sehingga meninggalkan pemukiman trans di Tambora. “Jelas ada mafia atau geng. Ada otak yang bermain membuat kami tidak nyaman. Sekarang sudah banyak yang minggal meninggalkan pemukiman,” katanya.

Diungkapkannya, sebenarnya selama ini kondisi kehidupan warga trans rata-rata sudah sejahtera degan mengelola lahan pertanian dan potensi kelautan. Namun sejak kondisi keamanan terganggu sudah banyak yang meninggalkan pemukiman. Permasalahan tersebut sudah dilaporkan kepada Bupati Bima dan Komisi I DPRD Kabupaten Bima.


Guru SD Sori Nae SP 5 Kawinda Toi ini berharap, pemerintah daerah dan legislatif secepatnya mendorong kantor Kepolisian Sub Sektor dibangun sekitar pemukiman warga trans.”Kalau kejahatan di sana terus berjanjut maka tidak akan ada yang bertahan di sana,” katanya (US)

No comments