Breaking News

BP3K: 70 Persen Tanaman Kedelai Gagal Tumbuh

Kacang Kedelai. Ilustrasi/ Ist

Bima, Berita11.com—  Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima menyatakan sekitar 70 persen tanaman kedelai musim tanam kemarau pertama (MK-1) berdaya tumbuh rendah.

“Secara keseluruhan yang mengalami daya tumbuh rendah, ada 70 persen di wilayah kita,” kata Kepala BP3K Kecamatan Madapangga, Hj Atikah S.Pt kepada Berita11.com di Madapangga, kemarin

Menurut dia, kondisi itu disebabkan buruknya kualitas benih kedelai yang disalurkan pihak penangkar kepada petani. Ditambah dengan pola tanam petani yang tidak sesuai prosedur. “Perlakuan parapetani yang salah. Kemudian benih dari penangkar juga kurang bermutu,” katanya.

Sesuai dengan rekomendasi, Atikah mengatakan pihaknya telah membina penangkar yang bertanggungjawab menangani bibit kedelai di Madapangga. Namun ia mengaku heran UPT Dispertapa setempat menunjuk pihak lain. “Sebenarnya kita sudah bina secara mandiri penangkar di Desa Monggo. Tapi kita heran UPT menunjuk penangkar di Desa Dena,” ujarnya.

Dikatakannya, benih yang sudah berlebel sertifikasi Balai Pengawasan dan Setifikasi Benih (BPSB) memang bermasalah. Setelah diuji, daya tumbuhnya dinilai rendah. “Secara teknis kemarin kita uji dulu kelayakan benihnya. Kita lihat memang persentasenya kurang," imbuhnya.

BP3K mempertanyakan tanggungjawab penangkar terkait masalah tersebut. Hingga kini sejumlah petani telah beralih menanam kacang hijau untuk mengurangi kerugian akibat gagal tanam. “Nyatanya petani mengeluhkan benih. Kita pertanyakan tanggungjawab penangkar. Petani sudah memilih tanam kacang hijau sekarang,” katanya. (ID)

No comments