Breaking News

Tahun ini Pemkab Bima hanya Belanja Empat Mobil Dinas

Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Bima, Drs H Budiman. Foto Hamid Berita11.com

Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima tahun anggaran 2016, mengurangi pengadaan kendaraan dinas, sesuai instruksi Pemerintah Pusat. Tahun ini belanja fasilitas kendaraan pejabat publik hanya untuk empat unit mobil. Tidak ada pengadaan kendaraan roda dua. 

“Iya memang instruksi pak Jokowi, tahun ini kita pangkas belanja kendaraan dinas. Jadi tahun anggaran 2016 hanya untuk empat mobil saja. Ndak ada pengadaan sepeda motor,” kata Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bima, Drs. H. Budiman kepada Berita11.com di Pemkab Bima kemarin. 

Budiman menjelaskan, total anggaran untuk pengadaan empat unit mobil sebesar Rp1.642.000.000 telah direstui DPRD. Dengan rincian, Rp575 juta untuk mobil dinas Bupati dan Rp550 juta untuk mobil dinas Wabup. Sisanya untuk dua unit mobil operasional pejabat RSUD Kabupaten Bima senilai Rp517 juta. 

“Kalau untuk tipe mobil Bupati dan pak Wakil, kami belum tentukan. Kita hanya mengalokasikan anggarannya. Yang Avanza dan Touring untuk dua dokter spesialis RSUD Kabupaten Bima. Itu semua sudah disetujui dewan,” katanya. 

Selain itu, kata dia, untuk biaya pemeliharaan kendaraan operasional dinas lingkup Setda Kabupaten Bima tahun 2016 juga menyusut dari Rp653 juta pada tahun 2015 menjadi Rp575 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk perawatan berkala dan mengganti kerusakan suku cadang kendaraan dinas. 

“Jadi itu untuk penggantian oli dan suku cadang kendaraan yang rusak,” jelasnya. 

Dia menuturkan, sebenarnya setiap satuan kerja (Satker) memiliki anggaran perawatan kendaraan dinas yang sifatnya pemeliharaan bekala. Namun jika kendaraan mengalami kerusakan parah dapat dirujuk pada Bagian Umum dan Perlengkapan dengan menyertakan catatan biaya perbaikan dari pemilik bengkel. Persentase pemakaian anggaran hingga saat ini sudah mencapai 30 persen. 

“Kemarin kita sudah perbaiki mobil Camat Palibelo dan Puskesmas Sanggar dengan nilai 70 juta. Anggaran itu secara global. Kita kan nggak tahu jenis dan seberapa kerusakannya. Maka harus ada nota dari bengkel biar kita ganti biayanya. Sekitar 30 persen yang digunakan” katanya. (ID) 

No comments