Breaking News

UPT Dispertapa: Ada 55 Hektar Lahan Kedelai jadi Biji Mati

Tanaman Kacang Kedelai yang Berhasil Tumbuh di Wilayah Soromandi. Ilustrasi/ Foto Berita11.com

Bima, Berita11.com— Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertapa) Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima mendata dari 365 hektar areal tanam kacang kedelai, 55 hektar di antaranya sudah menjadi lahan biji mati.

Itu diakui Kepala UPT Dispertapa Kecamatan Palibelo, Arifin SP. Berdasarkan hasil pengecekan UPT setempat puluhan hektar lahan kedelai yang menjadi biji mati bukan disebabkan kesalahan perlakuan petani, namun kemungkinan kondisi iklim dan benih.
“Kalau secara umum ada tiga kemungkinan yakni kualitas benih, perlakuan petani dan kondisi iklim. Setelah saya telusuri memang ternyata nggak tumbuh, bukan karena perlakuan petani yang salah,” katanya kepada Berita11.com di Kota Bima, belum lama ini.

Soal apakah kacang kedelai yang didistribusikan kepada petani merupakan benih tidak berkualitas, Arifin tidak berani mengomentari masalah tersebut. Karena kualitas benih merupakan domain Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Namun dipastikannya distribusi benih kedelai di Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima luput dari pengawasan UPT Dispertapa.

“Saat itu saya sedang sakit. Jadi penangkar langsung ke petani. Posisi kita tidak terkait dengan syarat sebelum jadi benih, kita nggak masuk karena itu domain penangkar dengan BPSB yang menguji kelayakan bisa tidak kedelai,” katanya. (US)

No comments