Breaking News

BMKG: Bima Masih Berpotensi Hujan Hingga Akhir Juli

Awan-Awan yang Berpotensi Menimbulkan Hujan Lebat. Ist


Bima, Berita11.com— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bima, NTB,  memprakirakan wilayah Bima dan sekitar masih berpotensi terjadi hujan hingga akhir Juli 2016 mendatang. 

“Jadi tanggal 28-29 Juni kemarin sempat hujan selama satu hari penuh dan siangnya masih hujan. Kemungkinan untuk beberapa hari ke depan hujan masih ada. Cuma intensitasnya berkurang,” kata Prakirawan (Forecaster) BMKG Bima, Teguh kepada Berita11.com, di Stamet setempat, kemarin. 

Dijelaskannya, kontribusi curah hujan di Bima akibat anomali cuaca yang disebabkan oleh fenomena Lanina. Fenomena Lanina memicu munculnya pusaran angin tertutup pada wilayah Kalimantan. Sehingga terjadi konvergensi aliran massa udara yang terpusat di Pulau Sumbawa. “Jadi kita terkena lintasan arus tersebut dan siklusnya terus bergeser dari timur kearah barat. Yang mungkin berlanjut ke daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya. 

Sebenarnya, kata dia, saat ini untuk wilayah Bima sudah memasuki musim kemarau. Namun karena adanya anomali cuaca, peluang hujan diprediksi akan berlangsung hingga Akhir Juli. “Karena anomali cuaca, khususnya wilayah Bima menjadi musim kemaraunya basah. Jadi prediksi kita ke depan hujan tetap ada. Namun hujan ringan dan sedang. Kalau lebat kurang. Nanti masuk Agustus sudah reda,”  jelasnya. 

Ia juga menyampaikan, saat ini ketinggian gelombang wilayah selatan Bima 2 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 17 mil per jam. Menurutnya, hal itu tidak berpotensi menggangu moda transportasi laut. Namun berisiko bagi aktivitas nelayan sekitar. “Kapal-kapal besar aman. Tapi untuk nelayan berbahaya. Pelayaran masih bisa karena di Utara dan juga tidak menggangu nelayan,” katanya. 


Selain itu, anomali cuaca juga berdampak tehadap aktivitas penerbangan. Ketebalan awan mengurangi jarak pandang (visibility) pilot sehingga mengganggu proses lepas landas (take off) dan pendaratan (landing) pesawat sekaligus mengacau jadwal keberangkatan. 
 
Teguh memrediksi puncak fenomena Lanina akan terjadi di bulan Juli yang ditandai dengan meningkatnya curah hujan. BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk waspada terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. “BPBD dan masyarakat harus mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor yang sewaktu-waktu terjadi,” tandasnya. (ID) 

No comments