Breaking News

Cap Sebagai Daerah Pengekspor Teroris, Pemerintah harus Utamakan Pendekatan!

Drs H Fitrah Malik. Foto US Berita11.com

Bima, Berita11.com— Stigma Bima sebagai daerah pengekspor teroris harus menjadi perhatian. Pemerintah harus membangun ruang lebar, pendekatan terhadap semua pihak yang sudah dianggap “sesat”. Selain itu, membangun kebersamaan dalam masyarakat. Demikian pendapat tokoh ulama Bima, Drs H Fitrah Malik.

“Apakah kaitan dengan Bima? Jakarta waktu itu approach (pendekatan) dan komunikasi itu yang dihidupkan. Kementerian Agama ada jarak. Kenapa terjadi UBK seperti itu? Dulu sudah pernah saya sampaikan ke Kemnag, aparat bapak yang turun membina tidak ada. Sekarang diubah, pendekatan. Itu yng dibutuhkan,” ujar Fitrah Malik kepada Wartawan di kantor Pemkab Bima, Senin (25/7/2016).

Menurut pemimpin Ponpes Al Maliki ini, radikalisme bukanlah sebuah masalah besar yang tidak bisa dihilangkan. Termasuk cap yang kuat menempel terhadap Bima sebagai sarang teroris. Mereka-mereka yang terkait persoalan radikalisme hanyalah segelintir pihak salah menafsirkan tentang Islam. Padahal sesungguhnya merupakan agama rahmatan lil alamin yang mengedepankan kedamaian dan rasa yang indah.

“Pembinaan harus rutin. Sekarang bagaimanan caranya masyarakat tidak apatis.  Semua unsur dalam masyarakat ikut seratakan. Jangan tanggung-tanggung hidupkan!” katanya.
H Fitrah menilai munculnya paham radikal atau kekerasan pada sebagian kelompok masyarakat di Bima juga disebabkan karena umumnya dakwah di Bima tidak memiliki konsep. Peran penyuluh keagamanan dari Kemnag juga tidak optimal.

“Caranya kita bagaimana kita kerjasama saja itu caranya. Itu karena ketidakpahaman tentang Islam yang sungguhnya. Islam itu bukan kekerasan, tapi Islam itu kedamaian, indah. Dakwah kita kurang, konsep dakwah di Bima itu kurang,” ujarnya. (US)

No comments