Breaking News

Harga Mitan Rp10 Ribu per Liter, IRT Menjerit

Antrian Warga untuk Mendapatkan Minyak Tanah. Ilustrasi/ Ist

Kota Bima, Berita11.com— Beberapa bulan terakhir harga minyak tanah (Mitan) di Kota Bima kian meroket. Bahkan harganya kini menembus Rp10 ribu per liter. Hal ini dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga (IRT). Mereka meminta pemerintah segera mengatensi masalah tersebut karena masih berlaku subsidi terhadap bahan bakar tersebut.

Warga Tolobali Kota Bima, Fitri (23) mengungkapkan, hampir seluruh pengkalan dan pengecer berani menjual Mitan dengan harga Rp10 per liter meskipun pemerintah sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp3500 per liter. “Sudah sulit diperoleh, harganya juga semakin meroket, kalau harganya 6000 per liter atau 7000 per liter itu masih wajar tapi sekarang sudah 10 ribu,” katanya kepada Berita11.com di Tolobali, Senin (25/7/2016).

Ibu satu anak ini berharap, pemerintah memerhatikan kebutuhan dasar masyarakat termasuk masalah harga Mitan yang kian naik. “Ini adalah kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah harus memerhatikan ini. Masa harganya sudah sama dengan di Pulau Lombok, padahal di sini masih berlaku subsidi,” katanya.

Ibu rumah tangga lain di Kota Bima, Hartati meminta dinas terkait segera melakukan razia atau penertiban pangkalan dan pengecer yang berani menjual Mitan jauh melampui ketentuan HET. “Kalau naiknya 2000 itu masih wajar, tapi di atas itu sudah amat mahal. Apalagi semua harga barang sekarang mahal. Kita butuh minyak tanah bukan hanya satu liter tapi biasa beli langsung lima liter,” katanya.

Keluhan yang sama juga disampaikan IRT lain, Hajrah. Ia meminta pemerintah menindak tegas spekulan yang memanfaatkan kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan Mitan. “Jangan sampai itu ditimbun dulu terus dengan begitu alasannya dinaikan tigakali lipat,” katanya. (AN)

No comments