Breaking News

BLH Edukasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga

Kepala Bappeda Kota Bima, Dr Syamsuddin MS. Foto Hamid Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Badan  Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bima melaksanakan edukasi pengolahan limbah rumah tangga melalui program lingkungan penyediaan bak sampah gandeng. Fasilitas tersebut ditempatkan di beberapa rumah warga yang akan menjadi percontohan.

“Bak sampah gandeng untuk memisahkan sampah organink dan anorganik. Itu hanya pembelajaran dari kita untuk ditiru masyarakat lain. Bahwa masyarakat harus mulai memisahkan dua jenis sampah rumah tangga,” kata Kepala BLH Kota Bima Dr Syamsuddin MS kepada Berita11.com di BLH, Senin (1/8/2016).

Dijelaskannya, program program bak sampah gandeng merupakan upaya berkelanjutan. Dengan harapan memupuk kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan. Tahun ini yang disasar adalah Kecamatan Raba,tepatnya di Kelurahan Rabadompu dan Penatoi.

“Hanya wilayah contoh. Kali ini di Rabadompu dan Penatoi. Itu ditempatkan di rumah-rumah warga. Tapi tidak semua hanya beberapa saja,” jelasnya.

Selain itu, kata dia pemisahan sampah tersebut untuk memudahkan dalam pengolahannya. Sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Disamping mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan volume sampah yang ada, juga mengurangi risiko banjir.

“Contohnya, sampah plastik didaur ulang dan dijual. Kemudian yang organik diproses menjadi pupuk. Sebagian juga mengurangi risiko banjir karena banjir disumbat sampah,” ujar mantan Kepala Bappeda Kota Bima ini.

Sementara itu beberapa program berbasis lingkungan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 telah dilaksanakan. Di antaranya, bronjong tebing sungai, cek dump, dan sumur resapan yang tersebar di wilayah Kota Bima.

Pada sisi lain untuk mewujudkan lingkungan yang bersahabat, BLH juga menklaim 60 persen pertumbuhan tanaman mangrove yang ditebar di wilayah Wadumbolo berhasil. “DAK sekitar Rp1,2 miliar. Mangrove di Ni’u itu 60 persen. Dibandingkan dari wilayah lain yang hanya 20 sampai 30 persen, kita yang berhasil,” katanya Syamsuddin. (AH)

No comments