Breaking News

Desa Leu Gunakan Instrumen Aspirasi untuk APBDes 2017

Jajaaran Pemdes Leu Foto Bersama Rombongan NGO FES. Foto Hamid Berita11.com

Bima, Berita11.com— Pemerintah Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima akan menggunakan istrumen aspirasi untuk pemetaan dan penyusunan perencanaan pembangunan desa tahun 2017. Pemdes setempat telah menyediakan instrumen berupa formulir yang wajib diisi oleh masyarakat desa setempat. 

“Kita sudah buatkan format untuk penggalian gagasan dan aspirasi masyarakat. Rencananya akan kita mulai akhir Agustus ini sampai September untuk APBdes 2017,” kata Kepala Desa Leu Muhammad Taufik, S.Ag kepada Berita11.com usai menerima kunjungan reses anggota DPRD kabupaten Bima di kantor desa setempat, Senin (22/8/2016). 

Dia menjelaskan dalam formulir telah disediakan kolom usulan dan identitas lengkap warga. Pengisian formulir melibatkan semua unsur pemerintah desa, BPD dan tim perencana dengan menyisir tiap-tiap rumah warga. “Jadi ada nama, status dalam keluarga, aspirasi yang disampaikan, RT, RW, Dusun, jumlah anggota, agama dan keterangan. Sehingga tidak ada yang terlewatkan” jelasnya. 

Kemudian kata dia, hasil penjaringan akan dipilah pada tingkat RT dan menjadi prioritas pembahasan dalam musyawarah tingkat dusun. Hingga akhirnya menjadi rencana pembangunan tahunan yang ditetapkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes). “Itu yang akan menjadi cikal-bakal RKPdes dan APBdes kita,” 


Menurut Taufik partisipasi masyarakat dalam merumuskan perencanaan pembangunan secara Bottom-Up menjadi sebuah ciri khas desa setempat yang ingin ditularkan pada desa-desa lain. Karena pada prinsipnya sukses pembangunan berawal dari perencanaan yang baik. 

“Mekanisme ini merupakan kekhususan kami dalam perencanaan pembangunan. Sebab sukses segala sesuatu dimulai dari perencanaan, kerja keras dan belajar dari kegagalan,” ujarnya. 

Lebih lanjut, perencanaan yang bersifat partisipasif, transparan dan akuntabel memberikan ruang bagi masyarakat bereksplorasi. Dengan demikian pemerintah desa tidak terbebani dengan masalah dikumudian hari, karena masyarakat langsung yang menentukan arah pembangunan desa. 

“Jadi pemerintah desa hanya menjembatani dalam penentuan besaran pagunya saja. Intinya, disini masyarakat punya tanggung jawab,” tegasnya. 

Disisi lain, saat ini Pemdes Leu berupaya mendorong kesadaran masyarakat untuk memiliki dengan adanya swadaya dan kegotongroyongan yang nampak dari proses pembangunan desa. “Dana desa tidak hanya memberikan hal yang instan. Tapi masyarakat bisa berimprovisasi. Bahwa mereka punya desa untuk dibagun dan mensejahterakannya,” katanya. (ID) 


No comments