Breaking News

Ini Reaksi Warga Soal Rencana Pembangunan Lewamori

Jalan Tani di Desa Sondosia yang Menuju ke Laut


Bima, Berita11.com— Bagaimana reaksi warga soal rencana pemerintah mulai membangun jembatan Lewamori tahun 2017? Sejumlah warga menyampaikan pendapat yang berbeda-beda soal pembangunan infrastruktur tersebut.

Warga Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Abdul Hamid mengatakan, pada prinsipnya warga setempat menerima pembuatan jalan dari jalur jembatan Lewamori asalkan tidak terlalu merugikan masyarakat. “Baguslah kalau ada jalan tembus ke sini. Tapi mudah-mudahan tidak banyak yang dirugikan,” katanya kepada Berita11.com di Sondosia, Minggu (14/8/2016)




Diakuinya, hampir seluruh warga desa setempat sudah memperoleh informasi soal rencana pemerintah membangun jalur tembus dari jembatan Lewamori di Desa Sondosia. Sesuai informasi dari pemerintah desa, pembangunan jalan akan menggunakan sawah masyarakat. “Tapi hari ini belum ada pembebasan lahan sawah. Saya dengan informasi itu lebarnya 14 meter untuk ruas jalan,” katanya.

Hamid tidak setuju jika pembukaan jalan dari jalur Lewamori akan menggunakan jalan tani di desa setempat. “Lebih baik membebaskan lahan sawah. Jangan sampai menggunakan jalan tani. Saya rasa setiap petani menolak. Di sini ada dua jalan tani yang hampir tembus ke laut,” katanya.

Warga lainnya, Syamsuddin A. Bakar, juga menolak rencana pemerintah membangun jalan tembus Sondosia jika menggunakan jalan tani. “Lebih baik bikin jalur baru, jangan menggunakan jalan tani. Kalau pembebasan lahan sawah sampai sekarang belum ada,” katanya di Sondosia.

Kendati menolak penggunaan jalan tani, Syamsuddin menyambut gembira rencana pembangunan jalur dari jembatan Lewamori di Desa Sondosia. Setidaknya pembukaan jalur baru akan berdampak positif terhadap nilai jual tanah dan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, warga Kecamatan Woha, Hasan menolak rencana pembangunan jembatan Lewamori karena akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat setempat. “Perlu solusi jika memang jadi dibangun. Misalnya warga yang biasa mengais rejeki sebelum adanya jembatan Lewamori itu harus dipikirkan oleh pemerintah. Seperti di Desa Bajo Soromandi masyarakat yang punya boat mereka palingan tidak laku lagi setelah ada jalur Lewamori,” katanya. (US)

No comments