Breaking News

Ini Warning Polsek Bolo untuk Masyarakat

Kondisi Warung Milik Warga yang Dirusak Massa Karena Diduga Menjual Tramadol


Bima, Berita11.com— Pasca peristiwa perusakan kios yang diduga menjual obat tramadol tanpa izin di Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Kepolisian Sektor Bolo mengingatkan pemilik kios dan masyarakat sekitar agar menjauhi obat tersebut. 

“Kami ingatkan pemilik kios dan warga desa untuk jauhi tramadol. Kita harap kejadian kemarin tidak terulang,” kata Babinkamtibmas Desa Kananga, Brigadir Rusdin kepada Berita11.com di Polsek setempat, kemarin. 

Dikatakannya peredaran dan penyalahgunaan tramadol ditingkkat pelajar sangat memprihatinkan sehingga meresahkan masyarakat. Pihaknya telah melakukan razia di beberapa apotik dan kios di wilayah Kecamatan Bolo. Hasilnya tidak yang terindikasi menjual tramadol. 

“Kita sudah turun ke apotik-apotik dan kios. Namun dari keterangan pemilik, tidak menjual obat tersebut. Tapi ini akan intensif kami lakukan,” ujarnya. 

Diakuinya dari sisi regulasi penjual dan pemakai tidak dapat dijerat. Karena tramadol tidak termasuk dalam jenis obat psikotropika. Namun pelaku dapat dikenakan Undang-Undang Nomor 36 Tentang Kesehatan dengan sanksi pidana ringan berupa denda maksimal Rp600 juta. “Tramadol obat biasa jadi sanksinya ringan,” jelasnya. 

Tramadol merupakan obat analgesik kuat yang bekerja pada reseptor opiat secara stereospsifik mengikat pada reseptor di sistem saraf pusat sehingga menghentikan sensasi nyeri dan respon terhadap nyeri. Selain itu, menghambat pelepasan neutrotransmiter dari saraf aferen yang bersifat sensitif terhadap rangsang. Akibatnya impuls nyeri terhambat. 

Sama seperti umumnya analgesik yang bekerja secara sentral, efek samping yang dapat terjadi adalah mual, muntah, dispepsia, obstipasi, lelah, sedasi, pusing, pruritus, berkeringat, kulit kemerahan, mulut kering dan sakit kepala. 

Pada saat yang sama, Kepala Desa Kananga Muhammad Noer, mengatakan akan melakukan pembinaan terhadap pemilik kios dan remaja desa. Pemdes akan mendorong pemahaman terhadap bahaya tramadol bagi pengguna dan penjual tramadol serta dampaknya terhadap lingkungan masyarakat. 

“Kami berencana mengundang para pemilik kios dan remaja di desa. Agar mereka paham bahaya apa yang timbul jika terus menjual dan memakai tramadol,” katanya. (ID) 

No comments