Breaking News

Jago Matematika dan Fisika, Mantan Jawara SMAN 1 Kobi ini Hasilkan Ratusan Juta

Herniawan Berbagi Teknik SEO dengan Kru Berita11.com. Foto US


Kota Bima, Berita11.com—  Tak semua orang selalu bekerja sesuai jurusan yang dipilihnya saat bangku kuliah. Namun terkadang banyak yang memilih karena berdasarkan kesempatan dan minat atau kenyamanan. Hal itulah yang melatarbelakangi Herniawan (29), sosok sederhana alumnus Teknologi Industri Pertanian Pertanian Bogor (IPB) ini.

Selama 10 tahun ia menekuni pekerjaan sebagai pengajar les privat Matematika dan Fisika. Itu dimulai beberapa tahun setelah duduk di bangku kuliah IPB. “Sejak awal-awal kuliah saya mencoba mandiri dengan menjadi pengajar les privat dan bekerja di lembaga bimbingan belajar (Bimbel) di Kota Bogor,” ujar Herniawan saat bertandang ke kantor redaksi Berita11.com/ Beritabima.com, Selasa (2/8/2016).

Pekerjaan itu ia tekuni hingga menjelang masa wisuda. Tahun 2013 pasca wisuda, Herniawan kemudian mengembangkan metode baru dalam mengajar dengan memanfaatkan teknologi. Ia membangun website kafepelajar.com yang kemudian baru aktif dan launching tahun 2014. “Kalau masa awal-awalnya saya menerima privat untuk mahasiswa baru khususnya untuk mata kuliah umum atau MKDU khusunya berbau Matematika dan Fisika. Selain itu mengajar di lembaga Bimbel Mitra Pelajar di Depok,” katanya.

Pada awal launching ia mendapat pendaftar atau member sebanyak 270 orang. Setiap pelajar atau mahasiswa yang mendaftar akan mendapatkan user dan password untuk dapat menonton video tutorial penyelesaian soal Matematika dan Fisika yang dianggap menjadi momok menakutkan. Penyelesaian soal dikupas hingga mendetail sehingga bisa dipahami member.

Setelah berjalan beberapa tahun, kini kafepelajar.com yang dibangun Herniawan memiliki progres signifikan. Bahkan jumlah member sudah mencapai lebih dari 2000 pelajar dan mahasiswa. Grafik member kafe pelajar meningkat terutama menjelang ujian masuk perguruan tinggi atau menjelang ujian nasional. Kafe pelajar juga memberikan trik untuk sukses masuk ke perguruan tinggi yang memiliki banyak peminat seperti STAN.

Kini yang mengelola kafepelajar.com tidak hanya Herniawan, tapi melibatkan sejumlah rekan-rekannya dari alumnus ITB, UNPAD, IPB, STAN dan Universitas Indonesia (UI). Mereka berbagi tugas membuat soal dan video tutorial tentang pembahasan soal-soal Matematika dan Fisika untuk menembus sejumlah perguruan tinggi negeri favorit.

“Hasil dari usaha ini saya bagi dengan teman-teman yang membantu dan sudah tergabung dalam kafepelajar.com. kami mendapatkan pembayaran ratusan ribu dari setiap member,” ujanya.

Member kafepelajar.com didominasi pelajar di Pulau Jawa, Medan Sumatera Utara. “Kalau dari Bima tidak ada satupun hingga kini, kalau dari Dompu satu orang, sedangkan dari Lombok ada belasan member kami. Kalau Indonesia Timur itu kebanyakan dari Makasar. Tapi dominasinya dari Pulau Jawa atau Indonesia barat seperti Medan,” katanya.

Selain mengembangkan bisnis bimbingan online, hingga kini Herniawan juga tetap menerima les privat. Beberapa muridnya merupakan anak pejabat penting di BUMN dan pemerintah daerah di Jakarta. Saat libur di Bima pun ia tetap meluangkan waktu untuk mengajar muridnya secara online dengan memanfaatkan teknologi live chat seperti aplikasi Skype dan dilengkapi pen tablet. Dari kegiatan itu anak kedua dari empat bersaudara ini memperoleh jutaan rupiah.

Herniawan juga membangun beberapa website, di antaranya menggunakan Top Level Domain (TLD) yakni www.herniawan.com. Traffic website yang dibangunnya pun menembus rank alexa di bawah 1.000.000, angka tertinggi yang pernah dicatat website tersebut pada level alexa 400.000. Bahkan mengalahkan traffic beberapa website/ portal berita sejumlah media yang memiliki nama besar di NTB karena rata-rata rank alexa yang masih bertengger 1.000.000.  

Alumnus SMAN 1 Kota Bima tahun 2005 ini pengetahuannya tentang teknik Search Engine Optimization (SEO).  Tahun 2012 bahkan ia pernah membangun website toko baju online (ecommerce).

Dari hasil website tersebut Herniawan mampu meraih ratusan dollar. Umumnya websitenya berisi konten-konten bermanfaat seperti soal-soal atau review beberapa artikel menarik. Ia memanfaatkan layanan terbaik dari ISP di Singapura.

Herniawan merupakan alumnus SMAN 1 Kota Bima tahun 2005. Selama di bangku sekolah tersebut beberapa kali ia tercatat meraih juara 1 umum dan juara 1 kelas. Hanya duakali ia meraih juara 2. Pada tahun 2004 ia pernah menjadi duta Provinsi NTB untuk kategori Fisika dalam lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Sumatera. Sebelumnya, selama bangku SD dan SMP ia selalu meraih juara 1 umum dan beberapakali mewakili Kabupaten Bima dalam sejumlah lomba.

Sejak kecil ia paling menyukai Matematika dan Fisika. Di lingkungan keluarga ia dikenal sebagai kutu buku. Pada waktu luang ia menyempatkan waktunya membantu ibunya dengan berjualan keliling pisang goreng. Herniawan menyadari sejak orangtua kadungnya berpisah, maka mau tak mau harus membantu ibunya seperti yang masih ia lakukan saat ini. 

Di Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, beberapa temannya menganggapnya sebagai Habibie Desa Bajo. Di lingkungan desa setempat keluarga Herniawan dikenal sebagai kalangan berprestasi, kakak sulungnya dan dua adiknya juga selalu meraih prestasi gemilang dengan menjadi jawara kelas dan beberapakali mewakili Kabupaten Bima dalam sejumlah lomba akademik.

Karena kesibukannya mengurus bisnis mandirinya, pria yang masih memilih lajang ini belum mampu menyempatkan diri untuk melanjutkan kuliah program magister. “Terpenting sekarang ini bagaimana adik-adik saya tuntas kuliahnya. Satu orang sudah lulus murni IPDN tanpa uang sepeser pun. Tapi yang bungsu masih duduk di bangku SMA,” ujar pria yang sempat menjadi konsultan perusahaan ekspor-impor di Jakarta ini.

Meskipun jago Matematika,Fisika dan memiliki bisnis bimbingan belajar. Penampilan pria yang menetap di Bogor ini biasa-biasa saja. Ia dikenal sederhana seperti saudara-saudaranya. “Kalau yang berbau sains, logika atau mengandalkan otak saya suka. Kalau yang berkaitan dengan desain-desain saya kurang main, kurang begitu suka. Makanya website saya bikin biasa saja, tapi trafficnya diutamakan,” katanya. (US)

No comments