Breaking News

Laporan TNI Cetak Sawah Baru 98 Persen, Pantauan Dispertapa 70 Persen

SID Cetak Sawah Baru di Kabupaten Bima. Foto US

Bima, Berita11.com— Hingga dua hari menjelang batas waktu terakhir (deadline) yang ditetapkan yakni 31 Agustus 2016, program cetak sawah baru seluas 4.400 hektar lebih di wilayah Kabupaten Bima baru tercapai 98 persen. Namun laporan tersebut merupakan hasil klaim TNI.

“Kalau TNI mengatakan laporannya sudah 98 persen ini plus kualitas mungkin. Kalau kita mengatakan baru kuantitas atau volume. Sementara kualitas kita tidak jamin. Kalau hasil pemantauan dari Dinas Pertanian baru 70 persen sisanya 28 persen,” ujar Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pengembangan Lahan Dispertapa dan Hortikultura Kabupaten Bima, Nurmayang Sari, S.Hut kepada Berita11.com,  di dinas setempat, Senin (29/8/2016).


Baca Juga:



Berdasarkan hasil pemantauan dan Pengawasan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan (Dispertapa) dan Hortikultura Kabupaten Bima, realisasi fisik cetak sawah baru mencapai 70 persen dari total target luas area.

Dikatakan Nurmayang Sari, Dispertapa dan Hortikultura sudah menyampaikan catatan kepada Posko Cetak Sawah Baru TNI. Catatan itu merupakan hasil pengawasan dan temuan dinas setempat bersama tim lain.

“Hasilnya perkara TNI mau menindaklanjuti temuan kami itu urusannya. Kami harus mengamankan diri kami. Kepala dinas juga tidak mau menandatangani kalau tidak membuat surat tindak lanjut tim pengawas dan tim teknis,” ujarnya.

Diakuinya, hingga saat ini pencairan anggaran cetak sawah baru bagi penanggungjawab pelaksana cetak sawah baru 40 persen, sehingga hutang penanggungjawab kepada pelaksana atau pihak ketiga mencapai Rp60 miliar.

Soal temuan DPRD Kabupaten Bima adanya cetak sawah baru yang belum sesuai harapan seperti di Desa Sampungu Kecamatan Soromandi. Menurut Mayang soal itu bukan masalah karena pelaksana sudah merampungkannya.

Sesuai dokumen rencana, luas lahan cetak sawah baru di desa itu 40 hektar, namun masyarakat di desa itu meminta ditambah menjadi 50 hektar.

“Cuma 40 hektar, sedangkan 10 hektar itu adalah pengembangan atau bonus. Itulah yang bermasalah. 10 hektar yang dianggap bermasalah.  Dan itu bukanlah lahan kecil,” katanya. (SK)

No comments