Breaking News

Massa GNP 33 akan Bertahan Hingga Tuntutan Direspon

Massa GNP 33 yang Didominasi Lanjut Us ia dan Perempuan Bertahan di Kota Bima

Bima, Berita11.com— Massa Gerakan Nasional Pasal (GNP) 33 Undang-Undang Dasar 1945 akan terus bertahan di sekitar bekas kantor Bupati Bima, jalan Gatot Soebroto hingga tuntutan mereka direspon DPRD Kabupaten Bima. Hingga Senin (29/8/2016) massa masih bertahan.

“Karena kami tetap komitmen dengan keputusan awal. Yang jelas kita akan terus bertahan sampai ada jawaban dari DPRD,” ujar Sekretaris LMND NTB, Nuskin yang juga wakil massa dari Desa Oi Katupa, Senin (29/8/2016).

Menurutnya, pada prinsipnya kehadiran mereka hingga berhari-hari di Kota Bima samping sekretariat DPRD Kabupaten Bima, jalan Gatot Soebroto bukan untuk mengganggu HGU PT Sanggar Agro namun meminta respon DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bima terkait Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang pemekaran 23 yang termasuk di dalamnya Desa Oi Katupa.

Nuskin memastikan warga memiliki bukti soal penggusuran makam dan lahan di sana. Warga Oi Katupa masih mengantungi dokumen SPPT lahan mereka di sana sejak tahun 2009. Hal itu yang membuat masyarakat tetap bertahan memperjuangkan haknya.

Sementara Koordinator massa GNP 33, Syaiful mengatakan, awalnya mereka sudah beraudiensi dengan legislatif dan disepakati bersama-sama turun ke lapangan mengecek fakta di lapangan. Namun ketika turun tim investigasi hanya mengundang kepala desa dan BPD. Padahal sesuai kesepakatan seharusnya masyarakat juga diundang.

“Kalau mau solusi pemerintah harus menegakan Perda Pemekaran Desa. 5000 hektar itu harus dikembalikan kepada masyarakat, apalagi sejak tahun 2009 masyarakat membayar pajak dan memiliki SPPT,” katanya.

Diakuinya, hingga Senin (29/8/2016) siang belum ada utusan Pemkab Bima atau Bupati Bima yang menemui massa GNP 33. “Kalau kita sih tidak mengharapkan bupati menjenguk atau melihat kita. Tapi membutuhkan jawaban DPRD. Tetapi kalaupun bupati merasa prihatin dengan masyarakatnya tentu dia akan datang dengan sendiri, jadi tidak perlu kkita harus ke sana,” katanya.

Sikap bertahan puluhan masyarakat Desa Oi Katupa merupakan bentuk keseriusan mereka memperjuangkan hak-hak mereka. Bahkan beberapa warga yang diantaranya lanjut usia, wanita dan anak kecil rela jalan ratusan kilo, tidur tanpa alas di sekitar gedung dewan demi meminta kejelasan hak mereka.

Secara terpisah, Ketua Tim Investigasi dari DPRD Kabupaten Bima, H Muhammad, mengungkapkan tim sudah langsung mengecek setiap lokasi di Desa Oi Katupa. Hasilnya, tim menemukan fakta yang berbeda dengan yang disampaikan massa GNP 33. (SK/US)

No comments