Breaking News

Pasca Pembacokan, Listrik di Pekat Masih Padam

Ilustrasi


Dompu, Berita11.com— Hingga kini aliran listrik di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu dan wilayah sekitar masih padam, pasca kasus pembacokan kepala ranting PLN setempat. Secara umum, kondisi wilayah yang berada tak jauh dari Gunung Tambora tersebut masih kondusif.

Camat Pekat Gunawa, SE, yang dihubungi redaksi Berita11.com melalui Ponsel, Jumat (26/8/2016) memastikan kondisi wilayah setempat tetap kondusif. Hampir seluruh warga beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan aksi pembacokan yang terjadi Rabu (24/8/2016) malam lalu.

“Tidak terpengaruh, warga tetap beraktivitas seperti biasa. Secara umum kondisi keamanan masih kondusif. Kami sedang berkoordinasi dengan bapak Kapolsek,” ujar Gunawan melalui Ponsel.

Diakuinya, hingga Jumat pagi, listrik di wilayah Pekat masih padam. Belum diketahui pemadaman tersebut berakhir. “Sudah dua hari listrik padam. Sampai hari ini masih padam siang hingga malam. Jadi warga terpaksa menggunakan lampu petak, lilin dan yang punya genset menggunakan genset,” ujarnya.

Pada bagian yang sama Kapolsek Pekat Balok Siswantoro mengatakan, korban pembacokan sudah dirujuk ke RSUD Dompu. Saat ini aparat setempat masih berkoordinasi dengan Muspika setempat untuk memastikan keamanan pasca kasus pembacokan Rabu lalu. Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. “Korban sudah dibawa ke Dompu,” katanya kepada Berita11.com melalui Ponsel.

Sementara itu, pada bagian lain, pihak Manajemen PLN NTB Area Bima menginformasi kepada masyarakat Bima di setiap masjid. Bahwa pihak perusahaan negara itu meminta maaf atas pemadaman yang terjadi kemarin. Hal itu disebabkan karena ledakan peralatan PLN pada jaringan menengah di sekitar Lewa Mori sehingga menyebabkan pemadaman di wilayah Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu. Persoalan tersebut sudah diatasi. 

Sebelumnya, informasi yang diperoleh, terjadi pemadaman listrik saat acara orgen tunggal di Doropeti Kecamatan Pekat. Akibatnya sejumlah warga mendatangi PLN ranting setempat hingga buntutnya berakhir pembacokan terhadap kepala ranting.  (US/AN)

No comments