Breaking News

Penerbitan Akta Kelahiran di Kota Bima Capai 35.877

Akte Kelahiran. Ilustrasi/ Ist


Kota Bima, Berita11.com— Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bima mencatat hingga Juli 2016 kepemilikan akta kelahiran usia 0 sampai 18 tahun sebanyak 35.877 atau 76,77 persen dari total 49.995. 

“Data kita sudah 76,77 persen. Dari usia wajib akta 0 sampai 18 tahun,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kota Bima, Marimah kepada Berita11.com di Dinas Dukcapil, Kamis (4/8/2016). 

Berdasarkan data, jumlah anak usia 0-18 tahun di Kota Bima sebanyak 49.995 dan masih ada 14.118 anak yang belum memiliki akta kelahiran. 

Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kepemilikan akta kelahiran usia wajib hingga mencapai 100 persen. Salahsatunya melalui kerjasama dengan pihak sekolah di wilayah tersebut dan petugas kesehatan di tingkat kelurahan. 

“Strategi kita bekerjasama dengan sekolah dan bidan-bidan di kelurahan. Jadi data dari mereka kita masukan dalam sistem. Malah bidannya yang aktif datang ke kantor dan itu banyak dari sana,” ujarnya. 

Meski demikian, Ia belum bisa menerangkan jumlah pemilik akta kelahitan tanpa membedakan umur. Itu disebabkkan sebagian besar data belum dientri secara online. “Jadi untuk usia di atas itu banyak. Tapi yang masih manual dan belum direkap dalam sistem,” katanya. 

Mariamah menjelaskan terkait dana tugas perbantuan (TP), digunakan untuk kebutuhan operasional. Seperti, pemeliharaan jaringan dan pengadaan semua jenis blanko pelayanan. Dengan total Rp.540 juta. “Jadi kalau sudah ada pada DAK tidak bisa double. Kita alihkan untuk operasional,” ujarnya. 

Sejauh ini, pelayanan lainnya seperti akta kematian yang terbit hanya 1.650 dari total 151.651 peristiwa. Untuk akta perkawinan tercetak 100. Kartu Keluarga (KK) 42.555. Sementara untuk pemegang KTP elektronik sebanyak 83.408 dari total wajib 108.398. 

Dia menjelaskan, peraturan terbaru yaitu, Permendagri No 9/2016 dan Surat Edaran Mendagri No 471/1768/SJ tanggal 12 Mei 2016 mempermudah prosedur pembuatan administrasi kependudukan. 

Selain itu, dalam hal pelayanan dinas setempat telah memasang Cirkuit Closed Television (CCTv) untuk memantau proses pelayanan. “Sesuai aturan baru, sudah gampang mengurus administrasi kependudukkan. Kita juga ada CCTv. Jadi lewat itu bisa monitoring pelayanan,” katanya. (ID) 

No comments