Breaking News

Penetapan Guru Terpencil Diharapkan Ditinjau Ulang

Siswa-Siswa Madrasah di Desa Terpencil di Bawah Lereng Gunung Tambora

Bima, Berita11.com— Penetapan sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Bima diharapkan ditinjau ulang. Masalahnya beberapa desa atau kecamatan yang memiliki akses transportasi lebih baik dan pendukung komunikasi justru dikategorikan sebagai daerah terpencil.

“Lebih baik pemerintah menambah tunjangan lain. Bukan tunjangan terpencil karena ada beberapa desa yang tidak layak masih dikategorikan sebagai desa terpencil. Misalnya Desa Punti di Kecamatan Soromandi, itu bukan lagi desa terpencil dan tertinggal di sana aksesnya transportasi dan komunikasi lancar,” ujar guru di Kabupaten Bima yang enggan namanya disebut, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, bidang terkait di Dinas Dikpora Kabupaten Bima harus terus mengupdate data terbaru. Beberapa desa tidak layak lagi dikategorikan sebagai desa terpencil atau tertinggal. Apalagi jaraknya terbilang dekat dengan ibukota daerah. “Mungkin kalau dulu iyah saat akses transportasi tidak ada, atau sulit dijangkau. Tapi sekarangkan kondisinya sudah berbeda. Kalau hal ini terus dilakukan sama saja membudayakan guru untuk berbohong, lebih baik ditambah tunjangan lain,” katanya.

Pada bagian lain Kabid KPMP Dinas Dikpora Kabupaten Bima, H Asraruddin SH, mengatakan, pada prinsipnya peninjauan ulang SK penetapan guru terpencil dan daerah tertinggal bergantung tim yang dibentuk bupati. Dalam hal tersebut Dinas Dikpora hanya menindaklanjuti SK bupati.

“Mungkin memang ada beberapa desa yang tidak masuk daerah terpencil tapi masuk kategori daerah tertinggal,” katanya kepada Berita11.com.

Disebutkannya, sejauh ini di Kabupaten Bima ada 724 penerima tunjangan terpencil dan daerah tertinggal. Kini proses tunjangan terpencil dikoordinasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementererian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Untuk level daerah prosesnya dikoordinasikan dengan Badan Perencana Pembangunan Daerah.

“Penerima tunjangan ada 724 guru. SK empat orang belum diterima. Mudah-mudahan akhir tahun nanti ada penambahan,” ujar H David sapaan akrab H Asraruddin. (US)

No comments