Breaking News

Penobatan Jena Teke Dirangkai Pengukuhan Ikatan ICKN

Humas dan Pubdok Panitia Penobatan Jena Teke, Ruslan. Sos. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Acara penobatan putra mahkota kesultanan Bima atau Jena Teke akan dirangkai dengan acara silaturahmi nasional (Silatnas) dan pengukuhan Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara  (CKN).

Humas dan Pubdok Panitia Penobatan Jena Teke, Ruslan, S.Sos, mengatakan, acara penobatan dipastikan dihadiri 20 sultan Nusantara. Sesuai jadwal, Silatnas akan dilaksanakan sore hari kemudian dilanjutkan pengukuhan Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara. “Puncaknya Minggu 18 September mengambil star di kampung Sumbawa,” katanya kepada Berita11.com di Sekretariat DPRD Kabupaten Bima, Rabu (24/8/2016).



Baca Juga:


Dijelaskannya, sebelum penobatan, pada Jumat (16/8/2016) putra mahkota akan melaksaanakan silaturahmi ke Ncuhi Dara yang dimaksudkan untuk merangkai kembali sejarah kedatangan Indra Jamrud di tanah Bima. Setelah itu, puncak acara penobatan dilaksanakan Minggu (18/8/2016). “Rombongan putra mahkota akan diapit oleh imam kesultanan dan penghulu Melayu, keluarga istana, barisan rimpu dan masyarakat,” katanya.

Iring-iringan putra mahkota mulai dari kampung Sumbawa akan didampingi pasukan berkuda, tarian Soka, Buja Kadanda, hadrah dan rebana lambang kesultanan. Setelah star dari kampung Sumbawa, iringan putra mahkota kemudian berbelok di persimpangan lampu merah pasar menuju persimpangan pos kota kemudian ke istana Bima atau Asi Mbojo. Di setiap persimpangan rombongan akan disambut atraksi hadra. Sedangkan saat tiba di pintu gerbang istana atau lare-lare akan disambut tarian Sere, dan Wunga Bongi Monca.

Putra Mahkota kemudian disambut Ncuhi Dara menuju pelataran istana hingga acara penobatan. Setelah penobatan putra mahkota, Jena Teke akan membentuk kepengurusan perangkat sebagai wadah pelestarian nilai-nilai budaya Mbojo.

Menurut Ruslan, penobatan Jena Teke bukan saja agenda Kabupaten Bima, namun merupakan acara bersama masyarakat Bima, sehingga kegiatan tersebut didukung oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima. Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlibat di dalamnya sebagai seksi dalam skuad panitia.

“Silatnas raja dan sultan dilksanakan di Bima dan sudah menjadi tradisi sebelum iven FKN itu didahului Silatnas. Kebetulan penobatan Jenateke mereka (para sultan memanfaatkan di sini,” ujar Alan Malingi sapaan akrab Ruslan. (US)


No comments