Breaking News

Penyuluh di Sape Abaikan Tugas Selama Sembilan Bulan

Penyuluh Pertanian Swadaya Mengikuti Diklat Tematik. Foto US

Bima, Berita11.com— Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan, Kehutanan (BP4K) Kabupaten Bima memroses penyuluh pertanian yakni tenaga harian lepas (THL) di Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Irwan yang tercatat meninggalkan tugas selama sembilan bulan.

Kasubag Kepegawaian BP4K Kabupaten Bima, Ruyani, mengatakan, setelah menerima laporan terkait penyuluh dari BP3 Kecamatan Sape, badan setempat langsung memroses. Sebelumnya, laporan itu sudah lama diterima SKPD setempat. “Prosesnya kita tahan gaji yang bersangkutan,” katanya kepada Berita11.com di BP4K Kabupaten Bima, Jumat (26/8/2016).

Soal tindaklanjut bagi penyuluh malas itu, Ruyani enggan memberikan keterangan panjang lebar dan mengharapkan agar menunggu konfirmasi dari Kepala BP4K setempat. Namun ia memastikan penyuluh THL yang digaji jutaan rupiah itu sudah diproses. Pemrosesan dilakukan karena penyuluh itu tdak pernah melaksanakan tugas selama sembilan bulan dilihat dari laporan dan keaktifan mengikuti rapat.

“Ini kan digaji dari APBN, kalau kita hanya memroses di sini. Keputusan lebih lanjutnya tentunya dari kementerian,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Sape, Nasaruddin, S.P, menjelaskan, jika penyuluh yang sedang diproses sanksi adalah  THL yang sudah meninggalkan tugas selama sembilan bulan.

Sebelumnya, BP3K setempat sudah beberapa kali mengeluarkan teguran lisan dan tertulis Namun tetap tidak digubris. Hal itu disayangkan oleh BP3K apalagi saat ini pemerintah sedang berupaya keras mengangkat THL menjadi Pegawai Negeri Sipil.

“Kita sayangkan, kalau teguran itu sudah saya lakukan bahkan secara lisan, secara langsung kepada yang bersangkutan. Sayang sekali karena gajinya jutaan bila dibandingkan teman-teman yang lain yang hanya Honda gaji hanya 300 ribu,” katanya melalui Ponsel, Jumat sore.

Diungkapkan Nasruddin, jumlah THL di Kecamatan Sape sebanyak lima orang. Tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk melaksanakan fungsi penyuluhan kepada petani.

“Tapi setelah proses itu otomatis berkurang satu. Mau bagaimana lagi, karena tidak melaksanakan tugas, ikut pertemuan dan buat laporan maka diprotes oleh teman-temannya yang lain,” katanya.  (US)

No comments