Breaking News

SMAN 1 Woha Terkendala “Kelas Kebijakan”

Papan Nama SMA Negeri  1 Woha. Ist


Bima, Berita11.com— SMAN 1 Woha Kabupaten Bima menyadang predikat sebagai salah satu sekolah rujukan pendidikan menengah di Kabupaten atau sekolah percontohan. indikatornya aspek manajemen, mutu dan pelayanan pendidikan berstandar nasional. 

Meski demikian sekolah setempat mempunyai kendala. Yakni terkait kuota penerimaan siswa tahun ajaran 2016-2017 yang tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang ditetapkan. Total siswa baru berjumlah 448. Didalamnya termasuk tambahan satu rombongan belajar (Rombel) yang merupakan pertimbangan khusus sebagai kelas kebijakan. 

“Kuota baku sesuai pernyataan awal yang juga disepakati dengan Dinas Dikpora, 13 kelas dikali 32 siswa. Totalnya 416. Tetapi penyakitnya di Woha ada lebihnya. Karena banyak pihak yang belum paham tentang arah kebijakan yang mau dibangun oleh sekolah,” kata Kepala SMAN 1 Woha, Drs. Mansyur kepada Berita11.com di sekolah setempat, kemarin. 

Mansyur menjelaskan kelebihan siswa di sekolah setempat merupakan kebiasaan yang sering terulang. Meski pihaknya telah awal melakukan sosialisasi, namun munculnya “kelas kebijakan” selalu terjadi setiap musim ajaran baru. 

“Ya masih ada kebiasaan lama yang maksain dan sudah berlangsung lama. Sekolah mencoba bijak. Kalau ada rekomendasi dinas dan pimpinan daerah, ya mau tidak mau kan. Tambahannya menjadi 38 siswa. Ini sebenarnya lebih. Untungnya dari total bangku ada 6 orang yang undur diri,” ujarnya. 

Dia mengatakan untuk pelaksanaan kegiatan belajar bagi 32 siswa tambahan sementara ditempatkan di ruang OSIS. Sekolah kebingungan dengan adanya kebijakan tersebut. Karena menjadi polemik untuk menerapkan sistem manajemen sekolah rujukan dan kurikulum 2013. 

“Mereka terpaksa menempati ruangan OSIS. Nggak ada ruangan, ruang kelasnya nggak cukup. Karena disana meubelairnya tidak tersedia untuk belajar, tiga hari pertama mereka duduk melantai. Ini menjadi tantangan, karena sekolah kita menjadi sekolah rujukan,” pekiknya. 

Manyur mengisyaratkan untuk penerimaan siswa baru (PSB) tahun mendatang tidak akan menolerir kelas kebijakan. Ia juga mengigatkan pada pihaknya untuk menjaga integritas agar tidak menjadi pelobi jasa pemasok siswa melalui jalur istimewa. 

“Kebijakan untuk tahun ini saja. Tahun depan tidak ada lagi kebijakan. Itu sudah kita sepakati bersama dalam rapat. Tidak ada lagi jalur khusus melalui calo dan sebagainya,” katanya. (ID) 

No comments