Breaking News

Warga Keluhkan Pelayanan PKM Soromandi

Pusat Kesehatan Masyarakat Soromandi. Foto Hamid Berita11.com

Bima, Berita11.com— Warga Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima mengeluhkan pelayanan kesehatan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Soromandi. Pelayanan PKM setempat dinilai tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Nurbaya (22), ibu muda asal Dusun Bajo Selatan Desa Bajo mengeluhkan pelayanan kesehatan kehamilan di Posyandu di dusun setempat. Pasalnya, hampir setiap memeriksakan kehamilan tidak ada kader Posyandu atau bidan yang memberikan bimbingan kesehatan kandungan.

“Pelayanannya jelek. Biasanya kalau setelah periksa pasti ada bimbingan untuk ibu hamil. Ini sama sekali tidak ada. Padahal itu penting untuk ibu yang baru hamil,” keluhnya.

Selain itu, Nurbaya juga menyesalkan tidak adanya pelayanan ibu hamil yang dilaksanakan oleh PKM setempat. Menurutnya kegiatan untuk ibu hamil mestinya ada sebagai upaya sosialisasi keselamatan ibu hamil dan kandungan. “Ditambah untuk kelas ibu hamilnya juga tidak ada,” imbuhnya.

Ibu lainnya, Herlina (26) juga ikut mengeluhkan kegiatan Posyandu di wilayah PMK Soromandi. Salahsatunya mengenai buku kesehatan ibu dan anak (KIA) yang wajib diisi pelayan kesehatan.

Ia mengaku, selama memeriksa kehamilan di Posyandu, tidak ada  petugas yang mengisi buku tetsebut. Padahal KIA merupakan acuan bagi ibu hamil yang wajib diisi. “Buku KIA yang kita bawa nggak pernah diisi. Apalagi diisi, tanya saja nggak,” katanya.

Terkait hal itu, Kepala PKM Soromandi, Alamsyah SKM menanggapi santai keluhan tersebut. Menurut dia pihaknya telah bekerja maksimal memberikan pelayanan pada Posyandu.

“Posyandu itu pelayanan menyeluruh. Jadi semua bisa diperiksakan kesana termasuk ibu hamil oleh kader dan bidan di Puskesmas,” katanya.

Sementara untuk kegiatan kesehatan ibu hamil, Alamsyah memastikan tetap dilaksanakan oleh PKM setempat. Namun harus menunggu indikasi dan gejala awal yang ditemukan pada ibu dan bayi tanpa harus menjemput bola.

Hal itu sangat kontras dengan kondisi di lapangan. Faktanya hingga saat ini tidak ada program kelas bagi ibu hamil yang dilaksanakan khususnya di desa Bajo. (AH)

No comments