Breaking News

171 Warga Bima Tamatan SD Bekerja sebagai TKI

Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima, Ishaka. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Minat masyarakat Kabupaten Bima bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) atau tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri meningkat seiring berkurangnya kasus kekerasan. Hingga per Juli 2016, ada 530 TKI asal Kabupaten Bima yang bekerja di luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima, Drs Ishaka menyebutkan, berdasarkan data SKPD setempat 530 TKI yang bekerja di luar negeri merupakan tenaga tamatan SD, SMP dan SMA. Rinciannya SD (173 orang), SMP (213), SMA (144). Berdasarkan rincian jenis kelamin jumlah TKI tersebut laki-laki sebanyak (52) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebanyak 478 orang.

“Minat masyarakat berangkat menjadi TKI sekarang meningkat,” ujar Ishaka kepada Berita11.com di Disnakertrans Kabupaten Bima, Senin (26/9/2016).

Berdasarkan data Disnakertrans, jumlah TKI dan TKW yang bekerja di luar negeri periode Januari-Juli 2016 yakni tamatan SD 20 orang TKW, SMP (23 TKW), SMA (21 TKW), sedangkan bulan Februari kategori tamatan SD (24 TKW), SMP (22 TKW), SMA (26 TKW), sedangkan bulan Maret kategori tamatan SD (22 TKI), SMP (38), SMA (18 TKI). Pada periode April tercatat jumlah TKI kategori tamatan SD (20 TKW), SMP (26 TKW), SMA (18 TKW).

Pada bulan Mei 2016 jumlah TKI tamatan SD asal Kabupaten Bima (31 orang) SMP (35), dan SMA (20), sedangkan pada bulan Juni, tamatan SD (19 TKI), SMP (26 TKI), SMA (13 TKI). Periode Juli tenaga kerja tamatan SD (37 orang), SMP (43 orang), dan SMA (28 orang).

Ishaka menyebutkan, khusus periode Juli penepatan TKI asal Kabupaten Bima berdasarkan negara tujuan yakni Malaysia sebanyak (12 tenaga kerja), Burnai Darussalam (4), Hongkong (1), Taiwan (34), Singapura (57), sedangkan untuk negara Timur Tengah seperti UEA, Oman, Qatar, Afganista, Bahrain dan Saudi Arabia, tidak terdapat penempatan walaupun ada pendaftar tujuan negara tersebut. Sebagian tenaga kerja di negara tersebut dihapus.

Ishaka mengatakan, pada prinsipnya Disnakertrans tidak hanya fokus mendorong penempatan tenaga kerja pada negara aman. Namun juga memastikan penyalur TKI memiliki legalitas jelas. Hingga kini ada 5-6 PJTKI yang beroperasi di Kabupaten Bima. Sesuai ketentuan penyaluran tenaga kerja, perusahaan penyalur wajib mengantungi ijin dari Disnaker Provinsi NTB walaupun sudah memiliki ijin dari kementerian terkait. (US)

No comments