Breaking News

2900 Lebih Warga Kota Bima belum Direkam dalam Data E-KTP

Sekretaris Discapil Kota Bima, Abdul Syafi. Foto Berita11.com

Kota Bima, Berita11.com— Hingga kini tercatat lebih dari 2900 warga Kota Bima belum tercatat dalam data kependudukan nasional atau program kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Padahal pemerintah pusat menetapkan batas waktu perekaman hingga akhir September 2016 ini.

Sekretaris Dinas Catatan Sipil Kota Bima, Drs H. Abdul Syafi mengatakan, ada beberap kendala yang dihadapi pemerintah sehingga masih banyak warga yang belum mengikuti perekaman E-KTP. Selain persoalan masalah jaringan, juga karena motivasi masyarakat mengurus dokumen kependudukan masih rendah.

Umumnya warga mengurus KTP saat dilanda sakit karena membutuhkan kelengkapan administrasi. Selain itu, motivasi warga mengurus KTP saat hendak mengurus dan mengajukan bantuan kepada pemerintah. Sebagian warga Kota Bima yang belum tercakup dalam data E-KTP merupakan pelajar yang baru menginjak usia 17 tahun.

 “Umumnya warga mengurus E-KTP saat hendak mengingikan bantuan. Karena ada syarat untuk memperoleh bantuan harus melampirkan KTP,” ujar Abdul Syafi kepada Berita11.com di Discapil Kota Bima, jalan Soekarno-Hatta, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, kendala jaringan yang terkoneksi ke server Kemendagri juga menjadi kendala proses perekaman E-KTP. Warga yang awalnya tidak antusias mengurus dokumen kependudukan semakin malas. Karena Discapil tidak mampu menjelaskan penyebab eror jaringan.

Ia mengatakan, persoalan jaringan yang kerap eror juga sangat berpotensi menimbulkan konflik saat pelayanan. Tidak sedikit warga Kota Bima yang datang protes karena pengurusan KTP terkadang hingga satu bulan lantaran persoalan jaringan.

Diakuinya, sebenarnya untuk mengatasi masih banyaknya warga yang belum mengikuti perekaman E-KTP, Discapil telah beberapakali melaksanakan sosialisasi di sejumlah sekolah dan mendistribusikan peralatan perekaman di setiap kecamatan di Kota Bima. (US)

No comments