Breaking News

343 Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Diyudisium

Tampak Bahagia, Mahasiswa STIKP Taman Siswa Bima Mengikuti Yudisium, Rabu (21/9/2016).


Bima, Berita11.com— Sebanyak 343 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima dikukuhnya sebagai sarjana melalui prosesi yudisium yang dilaksanakan di auditorium kampus setempat, Rabu (21/9/2016) siang.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, prosesi yudisium wisudawan angkatan ke-IX STKIP Taman Siswa Bima mengusung tema Graduation Gathering atau ramah tamah wisudawan.

Ketua Panitia Graduation Gathering angkatan ke-IX STKIP Taman Siswa Bima, Muslim, M.Pd mengatakan, 343 mahasiswa yang diyudisium terbagi pada lima program studi (Prodi) yakni peserta dari Prodi Pendidikan Sejarah sebanyak 35 orang, Pendidikan Matematika (35), Fisika (40), Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (153) dan Bahasa Inggris (55).

Dikatakannya, pada momentum tersebut panitia  memberikan penghargaan untuk wisudawan tersbaik sebanyak tiga orang dari setiap Prodi, dan peserta yudisium yang memiliki skripsi terbaik dari setiap Prodi. Panitia juga mengumumkan dosen terbaik yang berdasarkan penilaian mahasiswa dan akademik setempat.

Sesuai rencana, setelah prosesi yudisium, acara wisuda angkatan IX STKIP Taman Siswa Bima akan dilaksanakan Sabtu (24/9/2016). “Kita sudah menyiapkan 101 undangan VIP, totalnya ada 443 undangan,” ujar Muslim.



BRI Syariah dan Bank NTB Siap Memprioritaskan Alumnus STKIP Taman Siswa


Sementara itu, Ketua STIKP Taman Siswa Bima, Dr. Ibnu Khaldun, M.Si, mengatakan, tema dan acara yudisium yang dikemas dalam format baru merupakan semangat baru kampus setempat yang ditularkan kepada peserta yudisium. Semangat baru juga dilihat dari peran para dosen muda di kampus setempat.

“Tahun ini, kali ini ada istilah baru yakni Graduation Gathering. Tapi bahasa kerennya ramah tamah antara civitas akademika dengan lulusan,” ujar Ibnu.

Menurutnya, seperti yang disampaikan saat prosesi wisuda angkatan sebelumnya, sejauh ini  sudah 60 persen alumni STKIP Taman Siswa Bima yang diserap pasar kerja. Baik sebagai guru maupun berbagai sektor lain. Sesuai dengan tantangan global pada abad 21, maka SDM jebolan kampus setempat tidak hanya diharapkan terpaku menjadi guru, namun mengembangkan kreativitas dan melihat sejumlah peluang lain.

Belum lama ini kampus setempat sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan. Beberapa diantaranya yakni BRI Syariah dan Bank NTB Syariah. Kampus STKIP Taman Siswa Bima telah memperoleh kedua perusahaan itu akan mengutamakan alumni kampus setempat yang memiliki kompetensi dalam sistem rekruitmen tenaga kerja tahun 2017. 

Kebutuhan pasar kerja seperti bank yakni tenaga kompeten dengan usia maksimal 25 tahun. Hal tersebut dijawab kampus STIKP Taman Siswa dengan mencetak sejumlah output tenaga muda.

“Kami juga masih akan terus membangun jaringan dengan bank-bank lain. Ada komitmen mereka mengutamakan alumni STKIP Taman Siswa Bima,” ujarnya.

Dikatakan Ibnu, sebenarnya alumni STKIP Taman Siswa Bima sudah banyak terserap sebagai tenaga guru di Provinsi NTT dan sebagian di wilayah Kabupaten dan Kota Bima. Bahkan sejumlah mahasiswa yang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mendapatkan promosi dari sejumlah sekolah menjadi guru di satuan pendidikan. Selain itu, ada beberapa almuni yang sudah sukses menjadi Sekretaris Desa (Sekdes) yang diseleksi melalui proses rekruitmen yang ketat.

Menurutnya, jaringan kerja yang sudah tercipta harus dimanfaatkan oleh lulusan secara maksimal. Secara umum, peserta yudisium angkatan ke-IX STKIP Taman Siswa Bima merupakan alumni terbaik dengan rentang masa studi empat tahun. Mereka menuntaskan masa pendidikan sesuai dengan target normal yang ditetapkan.

Ibnu melihat kebijakan pemerintah pusat terhadap pendidikan merupakan peluang yang bisa dioptimalkan. Pengelolaan pendidikan dari satuan SD hingga perguruan tinggi berada di bawah pengelolaan dua kementerian. Hal itu merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para lulusan. Apalagi pada bagian lain, berdasarkan data PGRI pada rentang tahun 2015-2018 akan ada 500 ribu guru PNS yang akan memasuki masa pensiun. 


Dosen Terbaik Tahun 2016 STIKP Taman Siswa Bima Menyampaikan Kesan.


Dikatakannya, hal itu merupakan peluang yang bermanfaat bagi alumni. Para lulusan juga diharapkan tidak hanya terpaku pada kesempatan kerja yang telah tersedia. Namun mengembangkan ilmu pengetahuan. Misalnya mengubah pola pikir (mindset) sebagai pengguna (user) sebuah teknologi menjadi pencipta teknologi.

Penilaian positif terhadap masyarakat Bima sebagai modal sosial yang sudah terbangun sejak lama sebagai mayarakat agamais yang dibuktikan dengan minat berangkat haji yang tinggi dan minat pendidikan tanpa mempertimbangkan profesi dan tingkat pendidikan dapat menjadi rujukan bahwa lulusan harus menyebar ke setiap wilayah dan mengubah dirinya atau meraih progres dalam hidup.

“Misalnya guru yang bisa berwiraswasta. Ini kreativitas dan peluang yang harus dipikirkan lulusan,” katanya.

Pada aspek lain, katanya, STKIP Taman Siswa Bima terus berupaya berbenah dengan mewujudkan tata kelola dan pembenahan kelembagaan serta meningkatkan kualitas output.

Selain akademik dan para calon wisudawan, yudisium angkatan ke-IX juga dihadiri Dewan Pembina STKIP Taman Siswa Bima, Drs H Sudirman Ismail, M.Si. sejumlah lulusan yang didaulat sebagai wisudawan terbaik untuk Prodi Pendidikan Sejarah yakni Jaitun dengan IPK 3,88, Rosdiana (IPK 3,86), Ahmad Husni (IPK 3,69). Wisudawan terbaik Prodi Pendidikan Matematika Andang Kusnandar (IPK 3,70), Nurdahlena (IPK 3,54), Nurbaya (IPK 3,51).

Pada program studi Pendidikan Fisika predikat wisudawan terbaik diraih Maryani (IPK 3,73), Yuyun Rada (IPK 3,63), Mutmainnah (IPK 3,59). Pada program studi Penjaskesrek predikat wisuwan terbaik diraih Firmansyah, Iswayudi Arifin, M. Syaiful (IPK 3,62), sedangkan Prodi Bahasa Inggris untuk predikat wisudawan terbaik diraih Hilman (IPK 3,98), Iman Hidayat (IPK 3,78). Pada momentum yudisium juga diumumkan peraih predikat wisudawan dengan skripsi terbaik, sedangkan predikat wisudawan terbaik diraih oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Endang Susilawati, M.Pd. (US/*)

No comments