Breaking News

Abdul Karim: Kalau Mau Tolak Penobatan Jenateke, Silakan ke Asi Mbojo

Ketua Panitia Penobatan Jenateke, Abdul Karim Aziz. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Panitia penobatan putra mahkota Bima (Jenateke) memastikan sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan proses tersebut, Minggu (18/9/2016). Jika ada riak-riak masyarakat yang ingin menolak kegiatan tersebut panitia menyilahkan kelompok masyarakat agar datang ke Asi Mbojo.

“Silahkan datang ke Asi Mbojo sini biar diramaikan oleh orang-orang di sini. Nggak usah ribut di luar,” kata Ketua Panitia Penobatan Jenateke, Abdul Karim Aziz kepada Berita11.com di Asi Mbojo, menyikapi adanya isu pro dan kontra dalam masyarakat tentang penobatan Jenateke.

Menurutnya, penobatan merupakan hajatan masyarakat Bima bukan saja Kabupaten Bima sehingga perlu didukung. “Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, persiapannya hampir rampung,” katanya.

Sesuai jadwal, acara penobatan dihadiri puluhan raja dan sultan Keraton Nusantara. Sebelum acara puncak Minggu (18/9/2016), para raja dan sultan akan melaksanakan Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Home Stay Mutmainnah yang membahas tentang pemilihan Cendekiawan Kesultanan Nusantara dan persiapan Festival Keraton Nusantara tahun 2016.

Sejak Kamis sudah ada empat raja dan sultan Keraton Nusantara yang tiba di Bima. Salahsatunya raja Karang Asam Bali. “Ini adalah acara kita bersama jadi seharusnya didukung masyarakat Bima,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Sosial Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima, Drs Abdul Haris mengatakan, bahwa panitia belum mengetahui tentang riak-riak pro kontra tentang penobatan Jenateke. Namun dipastikannya panitia sudah mengantisipasi keamanan para tamu undangan dan pelaksanaan penobatan.

“Sudah diantisipasi, kalau kami sendiri di sini sebagai panitia khususnya yang bertanggungjawab terhadap lomba kareku kandei,” katanya.

Secara terpisah Kepala Disubpar Kabupaten Bima, Drs Syafruddin membantah adanya rumor acara penobatan Jenateke. “Tidak menggunakan anggaran miliaran seperti yang jadi desas-desus. Tidak ada anggarannya, kami tidak mengalokasikan khusus tapi murni dari anggaran Majelis Adat,” katanya kepada Berita11.com. (US/SK)


No comments