Breaking News

Area Tanam Hasil Cetak Sawah Baru tidak Menggunakan Pupuk Bersubsidi

SID Lokasi Cetak Sawah Baru di Kabupaten Bima. Foto US


Bima, Berita11.com— Ribuan hektar sawah baru yang dicetak pemerintah di Kabupaten Bima ditargetkan akan mulai digunakan petani pada musim hujan (MH) akhir tahun 2016 sehingga kebutuhan akan pupuk meningkat drastis. Namun Dinas Pertanian, Tanaman Pangan (Dispertapa) dan  Hortikultura menjamin bahwa kegiatan penanaman di area cetak sawah baru tidak akan menggunakan pupuk bersubsidi.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pengembangan Lahan Dispertapa dan Hortikultura Kabupaten Bima, Nurmayang Sari, S.Hut mengatakan, ribuan hektar area sawah baru yang selesai dicetak ditargetkan mulai ditanami saat memasuki musim hujan.

Sesuai sarana produksi padi (Saprodi) yang disusun dinas setempat, kebutuhan pupuk dirinci benih sebanyak 30 kilogram (kg) per hektar, kebutuhan pupuk organik cair (POC) sebanyak (4 liter/ Ha), pestisida (2 liter/ Ha), pupuk kandang (750 kg/ Ha), pupuk NPK (50/ Ha), urea (50 kg/ Ha).

“Kebutuhan pupuk  tersebut tidak mengganggu RDKK petani, karena kita tidak menggunakan pupuk bersubsidi,” ujar Mayang kepada Berita11.com, di Dispertapa, Kamis (29/9/2016).

Ia mengatakan, sesuai target, program cetak sawah baru di Kabupaten Bima seluas 4.457 hektar. Namun hingga akhir September 2016 yang tuntas baru 92 persen. Sebelumnya, target yang ditetapkan pemerintah hingga akhir Agustus 2016.

“Sempat terjadi perbedaan persepsi antara pihak TNI dengan dinas tapi itu sudah nggak ada masalah. Temuan tim pengawas sudah ditindaklanjuti dan sekarang tinggal 92 persen yang sudah tuntas,” katanya. (US)

No comments