Breaking News

Biar Dibujuk oleh Bupati, Massa GNP tak akan Bergeming

Camat Tambora Mencoba Membujuk Massa GNP 33 Agar Kembali ke Tambora


Kota Bima, Berita11.com— Perjuangan massa Gerakan Nasional Pasal (GNP) 33 Undang-Undang 1945 asal Desa Oi Katupa Kecamatan Tambora belum berakhir. Massa bersikukuh bertahan di eks kantor Bupati Bima, jalan Gatot-Soebroto Kota Bima hingga tuntutan mereka dikabulkan pemerintah dan legislatif.

Bahkan massa mengisyaratkan tak akan mencair walaupun dibujuk oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri. “Kami akan terus bertahan hingga tuntutan kami dipenuhi yakni penegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2012. Jangankan Camat, Bupati sekalipun tidak akan membuat kami pulang. Kami tidak akan pulang tanpa membawa tuntutan kami dikabulkan,” ujar Kepala Desa Oi Katupa, Muhiddin, di basecamp massa eks kantor Bupati Bima, Senin (5/9/2016).

Baca Juga:



Massa GNP Sakit-Sakitan Karena Sudah Dua Pekan Tidur di Tanah


Sudah dua pekan massa GNP yang terdiri dari ibu hamil, anak, mahasiswa dan warga lanjut usia bertahan di eks kantor Bupati Bima. Mereka bersikukuh bertahan hingga tuntutan penegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2012  Tentang Pemekaran 23 Desa termasuk Desa Oi Katupa direspon pemerintah dan legislatif. Aksi mereka membuat pemerintah mencair dan prihatin dengan mengutus tim medis dari RSUD Bima memeriksa kesehatan seluruh massa.  Camat Tambora, Muhammad berupaya membujuk massa agar kembali ke Desa Oi Katupa dan melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Camat Tambora, Muhammad mengaku, kehadirannya di tengah massa karena merasa prihatin terhadap kondisi massa yang sudah dua pekan terlantar di lapangan terbuka di bekas kantor Bupati Bima. Kehadirannya menemui massa juga atas permintaan Bupati Bima, IDP. Muhammad bahkan sudah menandatangi pernyataan diatas materai yang menyatakan mendukung penegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2012.

Kondisi massa GNP yang sudah lama terlantar dan sakit-sakitan tidak hanya mengundang rasa prihatin warga dan pengguna jalan yang melewati bekas kantor Bupati Bima  di jalan Gatot Soebroto. Sejumlah aktivis perlindungan anak seperti Muhammad Fikrillah dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Bima berupaya mengecek dari dekat kondisi anak dan warga Oi Katupa di lokasi tenda.

Dokter RSUD Bima, Muhammad Akbar mengatakan, sejumlah anak, ibu hamil dan warga paruh baya asal Desa Oi Katupa yang bertahan tersebut mengidap berbagai penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, gatal-gatal dan kelainan pada pencernaan. Sebagian dari warga terpaksa dirujuk ke RSUD untuk memperoleh penanganan serius. (US/ ID)

No comments