Breaking News

Dari 200 Hanya 56 Sekolah yang Terapkan K13

Kasi Kurikulum Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Fatahutrrahman. Foto Hamid Berita11.com



Kota Bima, Berita11.com— Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima mencatat saat ini hanya 56 dari 200 sekolah tingkat menengah di wilayah Kabupaten Bima yang menerapkan kurikulum 2013. Sisanya masih menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). 

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Fatahutrrahman menjelaskan jumlah tersebut merupakan perpaduan dari tingkat SMP, SMA dan SMK. Baru itu yang menerapkan K 2013. Yang lainnya masih KTSP,” kata dia kepada Berita11.com di dinas setempat, kemarin. 


Ia merinci untuk tingkat SMP atau sederajat yang telah mengadopsi kurikulum 2013 sebanyak 32 sekolah dengan jumlah keseluruhan 125 sekolah. SMK atau sederajat satu dari 23 sekolah. Sementara pada tingkat SMA atau sederajat dibagi 2, yakni 13 untuk SMA reguler dan 13 untuk SMA mandiri dari 52 sekolah yang ada. 


“Yang mandiri tetap SK dari pusat. Cuma karena di sana keterbatasan dana dimohon partisipasi pemerintah daerah dan pihak sekolah sendiri secara swadaya menyelenggarakan kurikulum 2013, jelasnya. 


Dia menuturkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengontrolan dan evaluasi melalui pengawas mengenai kesiapan sekolah-sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Evaluasi  itu meliputi tenaga pendidik, perangkat pembelajaran hingga administrasi yang menunjang prosesnya. 


“Setelah menerima surat keputusan, kita sampaikan informasi ke pihak sekolah. Sekolah mempersiapkan diri. Tinggal sekarang ini kita tugaskan pengawas mengontrol dan mengevaluasi sejauh mana kesiapan sekolah,” katanya. 

“Apabila kurang mari kita benahi bersama dan proaktif mengsukseskan kurikulum 2013,” sambung dia. 

Terkait kompetensi guru, Fatahurrahman mengatakan dari sejumlah sekolah yang telah dikunjungi tidak ditemukan kendala. Meski begitu, ia tak menampik jika ada beberapa sekolah yang masih perlu dibenahi. Selain itu, untuk persentase buku panduan belajar telah mencapai kesiapan 75 persen. 


“Sekolah yang kita turun saja. Kalau yang lain masih banyak yang belum. Karena belum kita pantau secara keseluruhan” jelasnya. 

Menurutnya kurikulum 2013 memiliki keunggulan dibanding KTSP. Strategi pembelajarannya dapat meningkatkan  kreatifitas, inovasi dan yang paling utama adalah mengembangkan karakter siswa. 


Tak hanya itu, sistem penilaian yang dideskripsikan bisa menjadi parameter bagi orang tua. Sehingga wali murid bisa lebih mengenal dan menilai hasil belajar anak di sekolah. 
Sistem penilaiannya kan deskripsi, jadi akan lebih mudah wali murid mengenal anaknya,” katanya. (ID) 

No comments