Breaking News

Disaksikan Wakil Ketua MK, Sarjana STIKP Taman Siswa Dikukuhkan

Peserta Wisuda Angkatan ke-IX STKIP Taman Siswa Bima. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— 343 mahasiswa angkatan ke-IX, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima dikukuhkan sebagai sarjana melalui prosesi rapat senat terbuka di audotorium Sudirman, Sabtu (24/9/2016). Prosesi tersebut dihadiri Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Dr. Anwar Usman, SH, MH.

Saat prosesi tersebut Anwar Usman menyampaikan orasi ilmiah bertema Membangun Sarjana Pendidikan yang Berkesadaran Hukum Dalam Menghadapi Tantangan Masyarakat. Kegiatan wisuda juga dihadari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yakni Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, H Muhammad, pejabat Pemkab Bima, pejabat Pemkot Bima, Kapolres Bima, AKBP Gatut Kurniadi, SH, S.Ik, Dandim 1608, Letkol Czi Yudil Hendro, perwakilan Kopertis wilayah VIII, Ketut Yudiasa,  perwakilan BUMN dan orangtua mahasiswa.

Dalam orasinya, Wakil Ketua MK Anwar Usman menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan penegakkan konstitusi, khususnya perlindungan hak atas konstitusional warga negara, jumlah perkara yang dikabulkan, ditolak serta yang ditarik kembali. “Saya berharap, tidak menutup kemungkinan akan lahir doktor-doktor lain dari kampus ini. Ibnu Khaldun yang lain,” ujar Anwar Usman menyemangati peserta wisuda angkatan IX STKIP Taman Siswa Bima.

Anwar menyatakan, kesediaannya menghadiri acara wisuda STIKP Taman Siswa Bima melihat geliat kampus setempat dan kiprah Ketua kampus setempat, Dr Ibnu Khaldun, M.Si yang rela kembali ke Bima dan mengurus dunia pendidikan serta berbagai hal di Bima. Karena tak banyak putra asli daerah Bima yang sudah menjadi doktor rela kembali dan mengorbankan kesempatan karirnya di luar daerah.

“Alhamdulillah saya cukup bangga dan terhadap ternyata perkembangan STKIP Taman Siswa Bima. Ini luar biasa, terutama kesiapan adinda Dr. Ibnu Khaldun kembali mengurus Bima secara keseluruhan. STKIP Taman Siswa Bima ini luar biasa,” ujar Anwar.

Melalui kehadirannya menyampaikan orasi ilmiah, Anwar Usman juga berharap membakar semangat pemuda Bima pada umumnya, khususnya wisudawan dan wisudawati. 

“Mudah-mudah mereka bisa menjadi generasi seperti yang disampaikan perwakilan wisudawan tadi. Menjadi agen perubahan, bisa mengubah Bima,” harapnya.

Kekaguman terhadap mantan guru SD Kalibaru Jakarta yang menamatkan pendidikan PGAN tahun 1975 ini terhadap Ketua STKIP Taman Siswa Bima tersirat sejak dia menghadiri ujian doktor, Ibnu Khaldun ketika menyelesaikan program doktor di Universitas Indonesia.

“Saya menghadiri ujian doktornya di UI sengaja melihat intelektualitas segala macam A sampai Z. Memang saya melihat sepakterjangnya itu. Setelah ujian  mau kembali ke Bima untuk mengurus pendidikan. Apa yang disampaikan itu, konsisten dengan apa yang disampaikan,” ujarnya.

Saat menyampaikan sambutan, Ketua Pembina Yayasan STKIP Taman Siswa Bima, Drs H Sudirman Ismail, M.Si menyatakan, bahwa eksistensi kampus setempat merupakan kepedulian terhadap pendidikan di daerah. 

Untuk itu, dia berharap pemerintah juga memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa. Karena banyak orang sukses yang lahir dari “dapur” pendidikan. Dr. Ibnu Khaldun merupakan salahsatu sukses yang lahir dari hasil didikan orangtua yang berlatarbelakang guru.

Pada momentum wisuda ini, Kapolres Bima AKBP Gatut Kurniadi, SH, S.Ik juga menyampaikan sambutan. Dia berharap para pelajar dan pemuda termasuk para wisudawan STKIP Taman Siswa memiliki komitmen bersama dan andil dalam mewujudkan generasi Kabupaten Bima yang memiliki keunggulan. Karena saat ini persoalan-persoalan yang dihadapi, lebih dominan friksi dan gesekan yang berdampak terhadap konflik komunal dalam mayarakat.

“Banyak ditemukan remaja dan pemuda terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung pada peristiwa itu,” katanya.

Menurutnya, merujuk sebuah literatur bahwa hancurnya sebuah peradaban diawali dengan dihancurkannya mental dan karakter para pemuda. Untuk itu, Polres Bima memiliki komitmen walaupun hanya sekelumit.  

“Tapi setidaknya itu menjadi itikad dan niat baik menjadikan Bima semakin berkarakter dan bermartabat. Kita boleh jauh dari kota, tapi cara kerja dan cara pikir kita seperti orang kota,” katanya. 


Dari 343 peserta, beberapa diantaranyadikukuhkan sebagai wisudawan terbaik untuk Prodi Pendidikan Sejarah yakni Jaitun dengan IPK 3,88, Rosdiana (IPK 3,86), Ahmad Husni (IPK 3,69). Wisudawan terbaik Prodi Pendidikan Matematika Andang Kusnandar (IPK 3,70), Nurdahlena (IPK 3,54), Nurbaya (IPK 3,51).


Pada program studi Pendidikan Fisika predikat wisudawan terbaik diraih Maryani (IPK 3,73), Yuyun Rada (IPK 3,63), Mutmainnah (IPK 3,59). Pada program studi Penjaskesrek predikat wisuwan terbaik diraih Firmansyah, Iswayudi Arifin, M. Syaiful (IPK 3,62), sedangkan Prodi Bahasa Inggris untuk predikat wisudawan terbaik diraih Hilman (IPK 3,98), Iman Hidayat (IPK 3,78).  (US)

Baca Juga :

No comments