Breaking News

Disnakertrans Kesulitan Mengawasi Sepak Terjang TKA

Kantor Disnakertrans Kabupaten Bima. Foto Berita11.com


Bima, Berita11.com— Hingga kini tercatat 10 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja pada sejumlah perusahaan mutiara di Kabupaten Bima. Dari 10 orang tersebut baru enam orang yang memperpanjang ijin bekerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima.

Disnakertrans mengakui kesulitan mengatasi keberadaan empat TKA yang tidak memperpanjang ijin bekerja dan hinga kini empat warga asing itu masih berada di Bima.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima, Drs Ishaka menyebutkan empat TKA yang tidak memperpanjang ijin bekerja di Bima yaitu,  Gheng Xiaming asal RRC, pekerja teknisi pembuat mutiara, Xu Lupin asal RRC, pekerjaan teknisi pembuat mutiara, Zhon Jun Ying asal RRC, pekerjaan teknisi pembuat mutiara   dan Liang Chun You asal RRC, teknisi pemuat mutiara. Empat orang TKA tersebut sebelumnya tercatat bekerja  di PT. Bima Budidaya Mutiara di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.


Baca Juga:




“Yang bersangkutan tersebut sebagian ada di Bima. Tapi kami kesulitan mengawasinya, karena kita hanya terkait aspek tenaga kerja,” ujar Ishaka kepada Berita11.com di Disnakertrans Kabupaten Bima, Senin (26/9/2016).

Selain TKA asal RRC, ada empat TKA asal Jepang yang bekerja di Kabupaten Bima. Mereka adalah Takeshi Oyama,  Naomasa Uragichi,  Michiaki Sato, Makoto Uraguchi. Empat TKA tersebut tercatdat bekerja sebagai ahli pembuatan mutiara dan oyster, ahli budidaya kerang-kerangan di PT. Bima Sakti Mutiara di so Lato Kecamatan Lambu, dan di PT. Tirta Mas Mutiara Desa Karampi Kecaamatan Langgudu Kabupaten Bima.

Sementara dua TKA lain asal RRC masih mengantungi dan memperpanjang ijin bekerja yakni  Zeo Leyi, ahli menyelam karang-karangan dan Cao Xiaofang, pekerja PT. Bima Budidaya Mutiara di Desa Doro O’o Kecamatan Langgudu.

Menurut Ishaka kendala utama yang dihadapi Disnakertrans dalam mengawasi keberadaan TKA. Tak semua mendaftar dan melaporkan di dinas setempat. Padahal sesuai ketentuan tenaga asing itu harus melapor diri. Termasuk pekerja yang hanya datang sebentar bekerja di Kabupaten Bima.

Untuk menertibkan TKA illegal, Disnakertrans akan berkoordinasi dengan kantor Imigrasi di Sumbawa sehingg bisa diambil tindakan yang tepat. (US)

No comments