Breaking News

Finishing PPI Tanjung Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Cool Storage yang Dibangun DKP di PPI Tanjung. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com—  Hinga saat ini pembangunan Pusat Pendaratan Ikan Teluk Bima di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima baru tuntas 50 persen, sehingga belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Untuk merampungkan pembangunan tersebut dibutuhkan angggaran Rp40 hingga Rp50 miliar.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bima, Ir H Juwaid, M.A.p mengatakan, anggaran pengembangan dan penuntasan PPI sangat diperlukan terutama untuk kebutuhan pembuatan kolam untuk lokasi tambatan perahu dan kapal perikanan.

“Tambatan perahu masih dangkal terutama ketika air laut sedang surut. Sasalah sedimentasi kendala untuk pembangunannya, yang bisa kita lakkukan menambah sarana untuk membantu nelayan,” ujar H. Juwaid kepada Berita11.com di DKP Kota Bima, jalan Soekarno-Hatta, Senin (5/9/2016).

Diungkapkannya, tahun 2010 lalu DKP sudah mengusulkan anggaran penyelesaian PPI kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hanya saja hingga kini belum direspon. Pemerintah baru sebatas menambah fasilitas pendukung seperti penyediaan cool storage berkapasitas 20 ton, membangun pabrik berkapasitas produksi 200 batang per hari, membangun pabrik garam beryodium, menyiapkan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) dan membangun mushala. Saat ini DKP juga sedang membangun single cool storage berkapasitas 100 ton dengan anggaran Rp3 miliar yang bersumber dari KKP.

“Keberadaan PPI sekarang sangat urgen untuk daerah. Terutama terkait aktivitas bongkar muat bagi nelayan. Tapi kita hanya sebatas membangun fasilitas pendukung karena anggaran untuk penyelesaian cukup besar,” kata Juwaidin.

Dikatakannya, DKP Kota Bima akan terus berupaya mengusulkan kepada pemerintah pusat penyelesaian PPI Teluk Bima di Kelurahan Tanjung. Sebelumnya pembangunan PPI hingga 50 persen dilaksanakan oleh DKP Provinsi NTB. Pusat pendaratan ikan tersebut diproyeksikan melayani kegiatan ribuan nelayan di Kota Bima dan daerah lain. Hingga saat ini PPI Tanjung baru mampu melayani aktivitas kapal perikanan di bawah 5 gross tonase (GT)

Diakui Juwad pada sisi lain SPDN PPI Teluk Bima di Kelurahan Tanjung, juga belum mampu melayani kebutuhan nelayan. Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk kegiatan nelayan sebanyak 80.000 liter per bulan namun belum lama ini ada rasionalisasi atau pengurangan kuota sebesar 5.000 liter oleh Pertamina.

Berdasarkan data DKP Kota Bima, jumlah nelayan di Kota Bima sebanyak 2.000 orang yang tersebar di enam kelurahan seperti Tanjung, Melayu, Dara, Jatiwangi dan Kelurahan Kolo. Nelayan tersebut diklasifikasi sebagai nelayan utama, sampingan, dan nelayan tambahan yang merupakan bagian dari keluarga nelalyan yakni anak dan istri nelayan.(US)

No comments