Breaking News

GK masih Ditemukan, Nitu dan Ntobo KRP Terparah

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad


Kota Bima, Berita11.com— Kasus gizi kurang (GK) masih ditemukan di Kota Bima. Hingga per September 2016 Dinas Kesehatan (Dikes) mencatat sedikitnya 11 kasus GK. Pada sisi lain, Kelurahan Nitu dan Ntobo Kecamatan Raba merupakan Kelurahan Rentan Pangan (KRP) terparah.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad, S.Sos  mengatakan, beberapa tahun terakhir kasus GK dan gizi buruk (GB) ditemukan di Kecamatan Asakota, terutama di Kelurahan Jatibaru dan Jatiwangi. Namun sejak tahun 2016 hanya 11 kasus GK yang terdata oleh Dikes Kota Bima.

“Kasus GK ditemukan hampir di setiap kecamatan. Namun yang dominan itu di Kecamatan Asakota,” katanya kepada Berita11.com di Dikes Kota Bima, jalan Soekarno-Hatta, Kamis (8/9/2016).

Ia mengatakan, kasus GB dan GK rata-rata dialami bayi yang ditinggalkan oleh ibunya seperti warga Kota Bima yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Rata-rata bayi tersebut tinggal bersama neneknya atau keluarganya sehingga tidak mendapatkan asupan gizi yang layak atau air susu ibu (ASI).

“Dari 11 kasus GK itu, empat diantaranya sudah menuju gizi baik. Penanganannya dilakukan melalui program pemberian makanan tambahan atau PMT,” katanya.

Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dikes Kota Bima, H Mustamin H Yusuf menambahkan, kasus GK tidak hanya disebabkan persoalan pangan, namun juga dipengaruhi cara dan penanganan ibu terhadap anak. Selain itu, sejak lahir bayi mengalami berat badan lahir rendah.

Untuk menangani kasus GK dan GB, saat ini sudah tersedia 163 pos pelayanan terpadu. Selain itu, Dinas Kesehatan juga menerapkan sistem manajemen Balita sakit.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris  Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kota Bima, Drh DN. Carmanjaya, M.Si. mengatakan, sesuai peta Kelurahan Rentan Pangan (KRP) lokasi rentan pangan di Kota Bima dibagi dalam tiga kategori yakni prioritas 1 meliputi  Kelurahan Matakando, Kelurahan Panggi,  dan Kelurahan Mande. Prioritas 2 meliputi Kelurahan Dara, Kelurahan  Jatiwangi, Kelurahan Jatibaru.

Sedangkan kategori 3 meliputi Kelurahan Oi Fo’o Kelurahan Lelamase, Kelurahan Nungga, Kelurahan Kumbe, Kelurahan Melayu, Kelurahan Nitu, Kelurahan Ntobo. Dari sejumlah KRP tersebut, Kelurahan Nitu dan Ntobo Kecamatan Raba masuk dalam kategori paling diatensi. Masalahnya  kelurahan tersebut  terkendala persoalan infrastruktur yang memadai seehingga membuat warga sulit mengakses pasar raya. Selain itu, sebagian lingkungan belum dialiri listrik.

Menurut Carmanjaya klasifikasi kelurahan rentan pangan tidak hanya dilihat dari ketersediaan stok pangan hasil pertanian. Namun juga dilihat dari komposisi atau keseimbangan gizi yang dikonsumsi oleh masyarakat. Misalnya saja masyarakat di Kelurahan Ntobo, Nitu dan Lelamase tinggal jauh dari laut dan pasar sehingga jarang mengonsumsi ikan.

“Itu juga dilihat dari komposisi mineral yang dikonsumsi. Sementara akses jalan di sana belum tersedia dengan baik,” katanya. (US)

No comments