Breaking News

Ini Pengakuan Keluarga Nurmi, Istri Basri

Ilustrasi. Orginal Picture Kriminalitas.com


Bima, Berita11.com Nurmi alias Oma, istri Basri alias Bagong, anggota Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) yang ditangkap Satgas Tinombala dipastikan merupakan warga Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Keluarga Nurmi mengaku sudah kehilangan kontak dengan kerabatnya itu sejak tahun lalu.

“Kami sudah tidak tahu kabar dia sejak tahun 2015,” kata, Mahfud (44) kakak Nurmi kepada Berita11.com di rumahnya di Desa Dena, Jumat (16/9/2016).

Mahfud mengaku kaget mengetahui bahwa adiknya ditangkap Satgas Tinombala. Hal itu dia ketahui dari pemberitaan di televisi. Ia tak menyangka sosok Nurmi yang dikenalnya memiliki kepribadian sopan ditangkap Satgas Tinombala. "Nggak nyangka saya. Saya juga nggak tak bisa berkata apa lagi," ujarnya.

Dia mengungkapkan sebelum kehilangan jejak adiknya, Nurmi dan Basri telah menikah di sebuah pesanteren di Kabupaten Bima dan menetap di desa selama dua bulan. Kepergian mereka pun samasekali tak diketahui oleh pihak keluarga dan sejak saat itu tidak ada informasi keberadaan mereka berdua.

Ia mengatakan sebenarnya memiliki tiga nomor telepon seluler Nurmi. Namun semuanya tidak aktif. Upaya untuk mengetahui kabar Nurmi sudah dilakukan melalui teman-temannya. Namun tak ada hasil. Secara pribadi Mahfud juga tak setuju Nurmi menikah dengan Basri yang belum ia tahu asal-usulnya.

“Saya ada tiga nomor kontaknya. Tapi saya coba hubungi tidak aktif semua. Sebenarnya saya sangat tidak setuju dengan perkawinan mereka," imbuhnya.

Dari informasi Mahfud, Nurmi adalah putri terakhir dari lima bersaudara anak pasangan Usman H. Ahmad dengan almarhumah Siti. Nurmi pernah bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta. Ia juga pernah menikah dan bercerai sekali.

Marlia (46) kakak perempuan Nurmi juga mengaku kaget mendengar berita penangkapan adiknya. Hingga kini ia belum menerima pemberitahuan dari pihak kepolisian. “Saya kaget setelah lihat beritanya di televisi,” katanya

Sementara itu, Muhtar (52) suami  Marlia, mengaku pernah didatangi oleh teman Nurmi untuk menayakan informasi keberadaannya. “Kita juga beberapa kali didatangi orang. Katanya teman kuliah Nurmi menanyakan keberadaan dia," jelasnya.

Pada saat yang sama, Kepala Desa Dena Syamsuddin HAR membenarkan bahwa yang ditangkap polisi merupakan warga desa setepat. Ia juga kaget mendengar kabar jika salah satu warganya ditangkap. "Iya memeang benar dia warga desa kami. Saya juga kaget setelah lihat beritanya," katanya. (ID)

No comments