Breaking News

Jelang Idul Adha Harga Sapi Naik Hingga Rp2,5 Juta

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertanak Kota Bima, Cahyadi


Kota Bima, Berita11.com— Menjelang Idul Adha 1437 Hijriyah atau hari raya kurban, harga sapi di Kota Bima naik drastis. Jika beberapa bulan sebelum lebaran hanya berkisar Rp7,5 hingga juta Rp8 juta, kini naik menjadi Rp9 juta hingga Rp10 juta.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kota Bima, Cahyadi mengatakan,  naiknya harga sapi karena dipicu spekulan yang memanfaatkan momentum hari raya kurban. Padahal seharusnya hal itu tidak terjadi karena Kota Bima dan Kabupaten Bima merupakan sentra produksi dan pengembangan ternak sapi.

“Sekarang harga sapi naik menjadi sembilan juta hingga 10 juta rupiah,” katanya kepada Berita11.com di Dispertanak Kota Bima, jalan Soekarno-Hatta, Rabu (7/9/2016).

Dikatakannya, dalam memainkan harga, umumnya spekulan sudah membeli ternak potong sapi dan kerbau 3 bulan atau 4 bulan sebelum Idul Adha, kemudian dijual dengan harga tinggi. “Tapi yang banyak naik itu terutama terhadap harga sapi yang dibawa keluar daerah,” katanya.

Cahyadi menyebutkan, beberapa hari menjelang hari raya kurban, pengiriman ternak asal Kota Bima sudah mencapai 1025 ekor yakni 1.000 ekor sapi dan 25 ekor kerbau. Daerah tujuan pengiriman umumnya didominasi Jakarta dan Kalimantan.

Diakuinya, pengiriman sapi produktif atau sapi betina dari Kota Bima masih terjadi karena lemahnya pengawasan. Hal itu juga terjadi karena adanya permainan oknum tertentu. Persoalan tersebut harus menjadi atensi bersama tidak hanya petugas Dispertanak, namun juga aparat Kepolisian,  petugas Karantina dan Sahbandar.

Mengenai regulasi dan Undang-Undang tentang larangan hewan produktif tersebut sudah jelas. Termasuk tentang pengaturan sanksi  dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Namun masih ada saja yang berdalih hingga mengirim sapi betina keluar daerah.

“Perlu pengawasan lintas sektor bukan saja dari Dispertanak. Karena pengirman sapi betina masih terjadi kadang,” katanya. (US)

No comments