Breaking News

Kebutuhan Petani Jutaan Ton, Pupuk yang Tersedia Hanya Ribuan Ton

Kasi Perlintan Dispertanak Kota Bima, Leni Anggriani. Foto Berita11.com


Kota Bima, Berita11.com— Kebutuhan petani di Kota Bim a akan pupuk tanaman mencapai jutaan ton. Namun yang mampu dipenuhi oleh pemerintah hanya ribuan ton. Hal itu karena penetapan kuota oleh pemerintah pusat yang terbatas.

Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan dan Rehabilitasi Tanaman (Perlintan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertapa) Kota Bima, Leni Anggriani, S.Pt  menyebutkan, bila merujuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani di Kota Bima, jumlah pupuk yang dibutuhkan petani untuk tiga kali musim tanam per tahun lebih besar yakni urea sebanyak 3.179.445 ton, SP36 (1.768.363 ton), pupuk ZA (1.309.362 ton), NPK  (3.336.173 ton).

Berdasarkan luas areal tanam dan rekomendasi Dispertanak kebutuhan pupuk petani di Kota Bima untuk tanaman padi kebutuhan pupuk urea 200 kilogram (kg)/ Ha, NPK 150 kg/Ha,  pupuk SP36 50 kg/ Ha, sedangkan untuk tanaman jagung kebutuhan urea 250 kg/ Ha, NPK Ponska 250 Kg/ Ha. Khusus tanaman kedelai kebutuhan pupuk NPK 100-150 Kg/ Ha, sedangkan untuk tanaman kacang tanah kebutuhan urea 50 Kg/ Ha, kebutuhan pupuk SP36 sebanyak 100 Kg/ Ha, dan pupuk KCL 100-150 Kg/ Ha. Untuk tanaman  kacang hijau kebutuhan petani akan pupuk urea  50 Kg/ Ha.

Berdasarkan keputusan Pemerintah Provinsi NTB, Kota Bima hanya diberikan jatah urea sebanyak 1744 ton, SP36 sebanyak 198 ton, ZA sebanyak 97 ton, NPK 560 ton, dan organik 21 ton. Kuota tersebut sudah didistribusikan sejak  sejak Agustus 2016 lalu urea sebanyak 1.062,86 ton, SP36 sebanyak 130 ton, ZA sebanyak 20 ton, NPK 329,85 ton, sedangkan khusus pupuk organik belum didistribusikan karena minat masyarakat petani menggunakan pupuk organik belum ada.

Menurut Leni untuk menyiasati kuota pupuk kimia yang terbatas, sebenarnya petani bisa menggunakan pupuk organik yang banyak tersedia. Hanya saja kurang diminati petani karena terbiasa menggunakan pupuk urea dan NPK. Padahal untuk jangka panjang pupuk organik lebih baik. Selain itu, penggunaanya lebih ramah lingkungan.

“Masalahnya petani kita terbiasa menggunakan pupuk kimia. Mereka menginginkan hasil yang cepat Nampak. Tidak seperti pupuk organik itu perlu waktu, tapi itu lebih bagus,” katanya kepada Berita11.com di Dispertanak, kemarin.

Ditambahkannya, luas areal tanam di Kota Bima untuk segala musim eluas 2.267 hektar untuk kategori sawah, sedangkan luas keseluruhan lahan yang bisa ditanami tanaman produktif termasuk luas tegalan 18.154 hektar. (US)

No comments